Danantara Serahkan 600 Hunian Sementara, Harapan Baru bagi Warga Aceh Tamiang

0
45
: Hunian sementara (Huntara) di Kampung Simpang Empat, Kecamatan Karang Baru, Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. (Foto: InfoPublik)

(Vibizmedia – Nasional) Aktivitas masyarakat di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh, mulai berangsur pulih. Setelah bencana memaksa ratusan keluarga mengungsi dan meninggalkan rumah mereka, upaya pemulihan kini memasuki tahap yang lebih nyata.

Danantara Indonesia secara resmi menyerahkan 600 unit rumah hunian sementara (huntara) kepada Pemerintah Kabupaten Aceh Tamiang sebagai bagian dari percepatan penanganan pascabencana di wilayah Sumatra. Penyerahan dilakukan secara bertahap sejak 8 Januari 2026 guna menjawab kebutuhan paling mendesak warga terdampak, yakni tempat tinggal yang aman dan layak selama masa transisi menuju hunian permanen.

Program huntara ini merupakan hasil kolaborasi lintas sektor antara Danantara Indonesia, BP BUMN, pemerintah daerah, serta BUMN konstruksi PT Adhi Karya (Persero) Tbk yang membangun 80 unit dari total hunian. Sinergi tersebut dirancang agar penanganan bencana berjalan terkoordinasi, cepat, dan tepat sasaran.

Direktur Utama PT Adhi Karya, Moeharmein Zein Chaniago, menegaskan bahwa pembangunan hunian dilakukan dengan mengedepankan kecepatan tanpa mengabaikan aspek keselamatan dan kenyamanan warga. Hunian dirancang agar masyarakat dapat kembali menjalani aktivitas sehari-hari dengan aman. “Pembangunan huntara di Aceh Tamiang kami laksanakan secara cepat dan terukur sebagai bagian dari kolaborasi Danantara, BP BUMN, dan pemerintah daerah, agar masyarakat terdampak bisa segera kembali beraktivitas,” ujarnya, Selasa (13/1/2026).

Kawasan huntara tidak hanya berfungsi sebagai tempat berteduh, tetapi juga sebagai ruang hidup sementara yang mendukung pemulihan sosial. Setiap unit dilengkapi struktur bangunan yang aman, akses air bersih, sanitasi memadai, serta pasokan listrik tanpa biaya. Fasilitas tersebut menjadi penopang penting bagi kesehatan dan keamanan warga pascabencana.

Untuk memperkuat kehidupan komunal, kawasan huntara juga dilengkapi berbagai fasilitas pendukung, seperti klinik kesehatan, taman bermain anak, musala, dapur umum, serta akses internet. Kehadiran fasilitas ini diharapkan dapat membantu pemulihan psikososial, menjaga keberlanjutan pendidikan, dan memperkuat kebersamaan warga.

Secara keseluruhan, bantuan di Aceh Tamiang mencakup 600 unit huntara, 120 unit toilet, dan 14 fasilitas komunal. Seluruhnya dirancang agar masyarakat dapat menjalani masa transisi dengan lebih manusiawi, sekaligus mempertahankan aktivitas sosial dan ekonomi keluarga terdampak.

Danantara Indonesia menegaskan bahwa program hunian sementara tidak berhenti di Aceh Tamiang. Dalam beberapa bulan ke depan, Danantara menargetkan pembangunan hingga 15.000 unit huntara di berbagai wilayah terdampak bencana lainnya sebagai bagian dari komitmen memperkuat respons cepat negara dalam situasi darurat.

Hunian sementara ini diharapkan menjadi jembatan pemulihan menuju kehidupan yang lebih stabil. Dengan tempat tinggal yang aman dan fasilitas dasar yang terpenuhi, masyarakat memiliki ruang untuk bangkit, menata kembali penghidupan, serta memulihkan kondisi sosial dan ekonomi secara bertahap pascabencana.