(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf) Irene Umar membuka peluang kolaborasi strategis dengan jenama fesyen lokal SOVLO, baik untuk mendorong peningkatan skala bisnis maupun mendukung penyelenggaraan pameran seni tahunan Teras Inspirasi (Terasi) 2026. Irene juga mengapresiasi konsistensi SOVLO dalam mengangkat karya ilustrator lokal menjadi produk fesyen bernilai tambah.
Hal tersebut disampaikan saat Wamen Ekraf Irene menerima audiensi dari SOVLO di Kantor Kementerian Ekraf, Autograph Tower, Jakarta, Selasa (13/1/2026). Menurutnya, SOVLO telah berperan sebagai ruang bagi ilustrator untuk mengomersialisasikan karya sekaligus membangun interaksi yang lebih dekat dengan konsumen dan komunitas.
“SOVLO menyediakan kanvas bagi para ilustrator untuk berkembang dan berinteraksi langsung dengan pasar. Sinergi seperti ini perlu terus diperkuat agar berkelanjutan dan menghadirkan dampak yang saling menguntungkan,” ujar Irene.
SOVLO dikenal sebagai jenama fesyen lokal yang rutin berkolaborasi dengan ilustrator Indonesia melalui peluncuran produk baru setiap bulan. Tidak hanya menampilkan ilustrasi pada produknya, SOVLO juga menghadirkan profil kreator di balik karya tersebut, sehingga konsumen diajak untuk turut mendukung keberlanjutan ekonomi para ilustrator.
Semangat kolaborasi itu juga tercermin dalam rencana pelaksanaan Teras Inspirasi (Terasi) 2026 yang mengusung tema Grow Together, sebagai perayaan enam tahun perjalanan SOVLO bersama ilustrator dan konsumennya. Tahun ini, Terasi direncanakan menampilkan instalasi seni dari 60 ilustrator terkurasi serta pameran produk kolaborasi dengan sejumlah nama ternama seperti Dinda PS, Liunic, dan Darbotz. Pada penyelenggaraan sebelumnya, Terasi berhasil menarik lebih dari 24 ribu pengunjung.
Selain Terasi, SOVLO juga merencanakan program Rumah Ilustrator Lokal pada 2026 sebagai ruang belajar dan kolaborasi bagi para ilustrator. Menanggapi hal tersebut, Wamen Ekraf Irene menekankan pentingnya perancangan program yang berfokus pada peningkatan kapasitas dan keberlanjutan ekosistem kreatif.
“Program seperti Rumah Ilustrator Lokal perlu dirancang agar benar-benar mampu mengakselerasi ilustrator untuk naik kelas. Dari sisi pemerintah, kami siap mendukung melalui edukasi dan kolaborasi dengan asosiasi desain komunikasi visual,” jelasnya.
Sementara itu, Staf Khusus Menteri Bidang Penguatan Ekosistem Ekraf dan Data, Jago Anggara, menyampaikan bahwa Kementerian Ekraf siap memperluas jejaring kolaborasi SOVLO dengan pelaku ritel dan mitra strategis lainnya. Upaya ini diharapkan dapat memperkuat skala penyelenggaraan Terasi sekaligus membuka peluang kerja sama lintas sektor.
“Untuk Terasi, kami dapat menjadi penghubung dengan penyedia lokasi seperti pusat perbelanjaan, serta dengan berbagai jenama dan pemilik IP mitra Kementerian Ekraf,” ujar Jago.
Di sisi lain, Co-Founder SOVLO, Djohan, menegaskan komitmen perusahaannya untuk terus memberikan dampak nyata bagi ilustrator. Menurutnya, kolaborasi melalui produk signature SOVLO menjadi sarana utama untuk mengangkat karya ilustrator, namun ke depan pihaknya juga memperkuat aktivasi melalui personalisasi dan kustomisasi produk.
“Penjualan saja tidak cukup. Kami ingin produk tidak hanya memberi eksposur, tetapi juga berkontribusi langsung pada kesejahteraan ilustrator,” kata Djohan.
Melalui sinergi antara pemerintah dan pelaku industri kreatif seperti SOVLO, Kementerian Ekraf berharap ekosistem ilustrator lokal dapat tumbuh secara berkelanjutan, baik dari sisi eksposur karya, peningkatan nilai ekonomi, maupun penguatan posisi mereka dalam industri kreatif nasional.









