Devisa Pariwisata Capai USD13,82 Miliar, Pemerintah Optimistis Target 2026

0
54
Foto: Kemenko Perekonomian

(Vibizmedia – Nasional) Sektor pariwisata menunjukkan pemulihan yang sangat kuat sepanjang 2025. Hingga kuartal III-2025, kontribusi pariwisata terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) mencapai 3,96 persen. Pada periode yang sama, devisa pariwisata tercatat sebesar USD13,82 miliar, dengan penyerapan tenaga kerja mencapai 25,91 juta orang.

Hingga November 2025, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) tercatat sebanyak 13,98 juta kunjungan. Pada kuartal III-2025, rata-rata pengeluaran wisman per kunjungan mencapai USD1.259. Wisman terbanyak berasal dari Malaysia (17,3 persen), Australia (11,3 persen), Singapura (10,5 persen), dan Tiongkok (8,8 persen).

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa target kunjungan wisman tahun 2025 yang diproyeksikan mencapai 15 juta kunjungan telah tercapai. Memasuki 2026, pemerintah menargetkan kunjungan wisman sebesar 16 hingga 17,6 juta.

“Pendapatan devisa pariwisata pada 2026 diperkirakan berada di kisaran Rp22 hingga Rp24,7 miliar, dengan kontribusi terhadap PDB meningkat menjadi 4,5 hingga 4,7 persen,” ujar Menko Airlangga dalam jumpa pers usai Rapat Koordinasi Kepariwisataan di Kantor Kementerian Pariwisata, Jakarta, Senin (12/1).

Dalam rapat tersebut, disepakati sejumlah pilar utama penguatan sektor pariwisata ke depan. Salah satunya adalah percepatan pembangunan infrastruktur dan konektivitas, termasuk penguatan koneksi antarbandara serta program terpadu antara pemerintah pusat dan daerah, khususnya di destinasi pariwisata prioritas. Pemerintah juga akan mengevaluasi kebijakan Visa Kunjungan untuk mempermudah akses masuk wisman.

Pilar berikutnya adalah transformasi tata kelola dan digitalisasi, antara lain melalui perbaikan ekosistem penyelenggaraan event di daerah dengan perizinan terintegrasi, serta penguatan standar keselamatan melalui penerapan asuransi pariwisata.

Di sisi penguatan sumber daya manusia dan pembiayaan, pemerintah menargetkan peningkatan daya saing tenaga kerja pariwisata melalui program upskilling bagi 400 ribu orang per tahun. Keberlanjutan fiskal juga akan diperkuat melalui pembentukan Indonesia Quality Tourism Fund (IQTF) serta pemberian insentif pajak penghasilan ditanggung pemerintah (PPh DTP) bagi tenaga kerja pariwisata pada 2025–2026.

Menjelang Hari Raya Idulfitri, pemerintah juga menyiapkan berbagai program pendukung, termasuk diskon tiket transportasi dan program belanja, sebagaimana yang telah diterapkan pada periode Lebaran sebelumnya. Fasilitas visa juga menjadi bagian dari pembahasan dan akan dilaporkan kepada Presiden.

“Dengan melihat capaian pariwisata sepanjang 2025, seluruh kementerian dan lembaga yang hadir optimistis target sektor pariwisata tahun 2026 dapat tercapai,” tutup Menko Airlangga.

Rapat Koordinasi Kepariwisataan tersebut dihadiri oleh Wakil Presiden RI, Menteri Pariwisata, Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Wakil Menteri Pariwisata, Wakil Menteri Perhubungan, serta Plt. Deputi Bidang Koordinasi Industri, Ketenagakerjaan, dan Pariwisata Kemenko Perekonomian.