Kemenperin Perkuat Ekosistem Semikonduktor untuk Kemandirian Teknologi

0
71
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menegaskan komitmennya untuk mempercepat penguatan industri nasional berbasis teknologi tinggi, termasuk pengembangan industri semikonduktor, sebagai pilar penting transformasi industri dan kemandirian teknologi Indonesia. Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto dalam memperkokoh struktur industri nasional serta memperdalam hilirisasi berbasis inovasi.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyatakan bahwa pengembangan ekosistem semikonduktor nasional bukanlah inisiatif baru, melainkan telah dibangun secara konsisten dalam beberapa tahun terakhir.

“Selama lima tahun terakhir, Kemenperin secara aktif terlibat langsung dalam pengembangan desain chip. Upaya ini dimulai sejak 2019 dan diperkuat pada ajang Hannover Messe 2023, ketika Indonesia mulai menjajaki kerja sama dengan pelaku industri semikonduktor global,” ujar Menperin usai pertemuan dengan pengurus Indonesia Chip Design Collaborative Center (ICDeC) di Jakarta, Selasa (13/1).

ICDeC merupakan organisasi nirlaba yang berfokus pada pengembangan sumber daya manusia dan teknologi di bidang desain sirkuit terpadu (integrated circuits). Kemenperin berperan sebagai inisiator dalam pembentukannya sejak 2023. Saat ini, ICDeC telah menghimpun perwakilan dari 16 perguruan tinggi yang memiliki keahlian di bidang desain chip.

Pada Hannover Messe 2023, Kemenperin juga melakukan pembicaraan awal dengan sejumlah perusahaan teknologi global sebagai bagian dari strategi Indonesia untuk masuk ke rantai nilai global industri semikonduktor melalui pendekatan yang realistis dan terukur.

Menperin menambahkan, Kemenperin telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Apple yang mencakup pengembangan kegiatan riset dan pengembangan (R&D) di Indonesia melalui kolaborasi dengan ICDeC. Dalam kerja sama ini, penguatan sumber daya manusia nasional menjadi fokus utama, termasuk melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN).

“Kerja sama tersebut menegaskan bahwa Indonesia tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga mulai membangun kapabilitas sebagai bagian dari ekosistem inovasi global, khususnya di bidang desain chip,” tegasnya.

Menperin juga menyampaikan apresiasi kepada Bappenas atas dimasukkannya program pengembangan desain chip ke dalam Blue Book Bappenas melalui ICDeC. Hal ini menunjukkan bahwa pengembangan industri semikonduktor telah menjadi agenda lintas kementerian dan masuk dalam perencanaan pembangunan nasional.

Untuk mendukung implementasi peta jalan tersebut, Kemenperin menyiapkan infrastruktur fisik pengembangan desain chip, salah satunya dengan menyediakan satu lantai khusus di Indonesia Manufacturing Center (IMC) sebagai pusat kolaborasi riset, pengembangan, dan inovasi nasional.

“Dalam lima tahun terakhir, Kemenperin juga aktif mendorong kegiatan R&D desain chip, termasuk penyediaan fasilitas pengujian agar hasil desain memenuhi standar industri dan siap melangkah ke tahapan berikutnya dalam rantai nilai semikonduktor,” imbuhnya.

Sebagai bagian dari penguatan ekosistem dan peningkatan kesadaran nasional, Menperin dijadwalkan menjadi keynote speaker pada Indonesia Semiconductor Summit 2026 yang diselenggarakan ICDeC pada 29–30 Januari 2026 di ITB Innovation Park, Bandung. Forum ini akan mempertemukan pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global untuk membahas arah kebijakan, peta jalan, serta peluang kolaborasi industri semikonduktor nasional.

“Forum ini menjadi ruang strategis untuk menyatukan visi, menyelaraskan kebijakan, dan memperkuat kolaborasi lintas pemangku kepentingan guna mendorong pengembangan industri semikonduktor nasional secara berkelanjutan,” kata Menperin.

Seluruh langkah tersebut dirangkum dalam Roadmap Pengembangan Ekosistem Semikonduktor Indonesia yang disusun secara bertahap, dengan fokus awal pada desain chip, pengembangan talenta nasional, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, industri, akademisi, dan mitra global.