Pelajar Indonesia Raih Emas IPITEx 2026 Lewat Inovasi AI Pemantau Tanah

0
48
Tujuh pelajar Indonesia berusia 15 tahun sukses meraih Medali Emas pada ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Bangkok, Thailand. (Foto: Kemkomdigi)

Talenta muda Indonesia kembali mengukir prestasi di kancah internasional. Tujuh pelajar Indonesia berusia 15 tahun sukses meraih Medali Emas dalam ajang Bangkok International Intellectual Property, Invention, Innovation and Technology Exposition (IPITEx) 2026 di Bangkok, Thailand.

Penghargaan tersebut diraih berkat SoilPIN, inovasi alat portabel pemantau kesehatan tanah berbasis kecerdasan buatan yang dirancang untuk membantu petani mengambil keputusan secara cepat dan akurat berbasis data.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) menilai pencapaian ini sebagai bukti kapasitas generasi muda Indonesia dalam menghadirkan solusi teknologi yang aplikatif dan relevan. Direktur Jenderal Ekosistem Digital Kemkomdigi, Edwin Hidayat Abdullah, menyatakan bahwa SoilPIN menunjukkan kemampuan anak muda membaca persoalan nyata di lapangan dan menjawabnya dengan inovasi digital.

“Inovasi ini membuktikan bahwa teknologi dapat memberi manfaat langsung bagi petani dan lingkungan,” ujarnya di Jakarta Pusat, Selasa (13/1/2026).

Edwin menjelaskan, keunggulan SoilPIN terletak pada desainnya yang sederhana dan portabel, sehingga mudah digunakan oleh petani kecil maupun wilayah dengan keterbatasan layanan agronomi.

SoilPIN berbentuk pin yang mampu mengukur delapan parameter tanah, meliputi pH, kelembaban, suhu, salinitas, serta kandungan nitrogen (N), fosfor (P), dan kalium (K). Data tersebut dianalisis secara real-time menggunakan kecerdasan buatan dan dikirim ke aplikasi ponsel untuk menghasilkan rekomendasi pengelolaan lahan.

Perwakilan tim inovator, Armand Muhammad Abdullah, menuturkan bahwa SoilPIN dikembangkan untuk menjawab kebutuhan nyata petani di lapangan. “Banyak petani mengambil keputusan tanpa data tanah yang akurat. SoilPIN memberikan informasi cepat dan langsung di lokasi,” jelasnya.

Kemkomdigi juga memastikan agar inovasi ini tidak berhenti pada ajang kompetisi. Melalui Garuda Spark Innovation Hub, SoilPIN diarahkan untuk diuji dan diimplementasikan di lapangan. Direktur Pengembangan Ekosistem Digital Kemkomdigi, Sonny Sudaryana, menegaskan pentingnya ekosistem berkelanjutan agar inovasi benar-benar memberi dampak bagi masyarakat.

“Kami ingin teknologi digunakan secara nyata. Ketika petani bisa menekan biaya, meningkatkan hasil panen, dan menjaga kualitas tanah, di situlah teknologi bekerja untuk publik,” kata Sonny.

Sebelum meraih emas di IPITEx 2026, SoilPIN telah melalui uji coba di Bandung dan Jakarta serta memperoleh perlindungan hak cipta dari Kementerian Hukum RI.

Prestasi ini menegaskan bahwa masa depan teknologi Indonesia berada di tangan generasi muda. Dengan dukungan ekosistem yang tepat, talenta muda nasional mampu menghadirkan solusi berbasis kecerdasan buatan untuk menjawab tantangan pangan dan lingkungan secara berkelanjutan.