Presiden Prabowo Dorong Perluasan Beasiswa, Fokus STEM, dan Penambahan Fakultas Kedokteran

0
23
Menteri Sekretaris Negara
Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan keterangannya pada Kamis, 15 Januari 2026, di Istana Kepresidenan Jakarta. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto memberikan sejumlah arahan strategis untuk memperkuat pendidikan tinggi nasional dalam Taklimat Presiden RI dengan Rektor serta Pimpinan Perguruan Tinggi Negeri Tahun 2026, yang digelar di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (15/1/2026).

Taklimat tersebut menekankan tiga fokus utama, yakni perluasan akses beasiswa pendidikan tinggi, penguatan sains dan teknologi, serta pemenuhan kebutuhan tenaga kesehatan nasional, khususnya dokter dan dokter spesialis.

Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyampaikan bahwa forum tersebut mendapat respons positif dari para rektor dan guru besar. Bahkan, mereka mengusulkan agar dialog langsung antara Presiden dan pimpinan perguruan tinggi dapat dilaksanakan secara lebih rutin.

“Ada permohonan juga dari para rektor dan guru besar agar forum-forum seperti ini bisa lebih dirutinkan kembali,” ujar Prasetyo Hadi kepada awak media usai kegiatan.

Dalam taklimat itu, Presiden Prabowo menerima laporan bahwa jumlah mahasiswa aktif di Indonesia saat ini mencapai sekitar 9,9 juta orang, namun penerima beasiswa baru sekitar 1,1 juta mahasiswa. Menanggapi hal tersebut, Presiden menginstruksikan Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi bersama Kementerian Sekretariat Negara untuk melakukan penghitungan ulang dan perumusan kebijakan guna memperluas jumlah penerima beasiswa secara signifikan.

“Bapak Presiden memberikan arahan kepada kami, terutama Mendiktisaintek dan kami sebagai Mensesneg, untuk menghitung ulang dan memformulasikan ulang bagaimana memperbesar sebanyak-banyaknya penerima beasiswa,” jelas Prasetyo.

Presiden Prabowo juga menegaskan pentingnya penguatan pendidikan di bidang sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM). Kepala Negara mengarahkan agar alokasi beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) lebih difokuskan pada bidang tersebut guna mempercepat ketertinggalan Indonesia dalam penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.

“Beliau berharap proporsi beasiswa STEM bisa mencapai di atas 80 persen, karena kita memang harus mengejar ketertinggalan dalam penguasaan iptek,” ungkap Prasetyo.

Selain itu, Presiden Prabowo menyoroti kekurangan tenaga kesehatan, khususnya dokter dan dokter spesialis. Pemerintah telah menyiapkan dua langkah utama, yakni memperbesar kuota penerimaan mahasiswa program studi kedokteran serta pendidikan dokter spesialis, serta membuka fakultas kedokteran baru di sejumlah wilayah.

“Mau tidak mau kita harus memberanikan diri untuk membuat fakultas baru untuk kedokteran umum,” kata Prasetyo.

Tak hanya dokter umum dan spesialis, Presiden juga menekankan pentingnya penguatan pendidikan dokter gigi, farmasi, dan teknologi kesehatan, seiring dengan pesatnya perkembangan peralatan medis berbasis teknologi. Terkait rencana pendirian fakultas-fakultas baru tersebut, pemerintah saat ini masih dalam tahap identifikasi lokasi dan kebutuhan.

“Titiknya belum ditentukan, masih dalam proses identifikasi, di mana sebaiknya dan berapa jumlah yang diperlukan,” pungkas Prasetyo.