Menjaga Hulu Cisanti, Menjaga Masa Depan Sungai Citarum

0
57
Foto: Kementerian Lingkungan Hidup

(Vibizmedia – Menteri Lingkungan Hidup/Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) Hanif Faisol Nurofiq menegaskan bahwa perlindungan kawasan hulu di Situs Cisanti, kaki Gunung Wayang, merupakan kunci utama keberlanjutan ekosistem Sungai Citarum. Dalam kunjungan kerjanya, Menteri Hanif menyampaikan bahwa kualitas air dan kondisi lingkungan di wilayah hilir sangat ditentukan oleh terjaganya kawasan tangkapan air di titik nol Citarum tersebut.

Sebagai hulu sungai terpanjang di Jawa Barat, Cisanti memiliki peran strategis bukan hanya sebagai kawasan ekologis, tetapi juga sebagai penopang kehidupan jutaan masyarakat. Keberhasilan pengelolaan lingkungan Citarum, menurutnya, harus dimulai dari hulu dan dijalankan secara terintegrasi hingga ke hilir.

Menteri Hanif menilai Cisanti berfungsi sebagai benteng awal ketahanan sumber daya air. Beban pencemaran dan tekanan lingkungan di kawasan perkotaan akan sulit dikendalikan apabila kawasan hulunya mengalami degradasi. Karena itu, perlindungan kawasan konservasi menjadi elemen penting dalam pelaksanaan Program Citarum Harum yang membutuhkan kolaborasi lintas sektor.

“Cisanti adalah sumber kehidupan DAS Citarum. Jika kawasan hulunya terjaga, maka tekanan lingkungan di hilir akan jauh berkurang. Perlindungan kawasan ini harus menjadi prioritas bersama,” ujar Menteri Hanif saat meninjau Situs Cisanti.

Ia juga mengingatkan bahwa persoalan kelestarian DAS Citarum tidak hanya bersumber dari aktivitas industri, tetapi juga dari limbah domestik serta pengelolaan sampah perkotaan yang belum optimal. Oleh karena itu, KLH/BPLH mendorong kebijakan lingkungan yang bersifat preventif dengan menitikberatkan pada perlindungan ekosistem kunci, seiring dengan perbaikan sistem pengolahan limbah di wilayah perkotaan.

Pemerintah pusat melalui KLH/BPLH berkomitmen memperkuat integrasi program penyelamatan Citarum dan menekan ego sektoral antarinstansi. Menteri Hanif menegaskan bahwa upaya pemulihan Sungai Citarum membutuhkan konsistensi dan komitmen jangka panjang, dengan memandang DAS sebagai satu kesatuan ekosistem dari kawasan pegunungan hingga wilayah perkotaan.

“Menjaga lingkungan tidak bisa dilakukan secara parsial. Hulu yang terjaga, kota yang bersih, dan sungai yang sehat merupakan satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” tutup Menteri Hanif.

Foto: Kementerian Lingkungan Hidup