Stok Beras Melimpah, Pemerintah Optimistis Jaga Swasembada Pangan

0
215
Foto: Kementerian Pertanian

(Vibizmedia – Aceh) Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman memastikan ketahanan pangan nasional berada dalam kondisi aman dan berkelanjutan. Keberhasilan Indonesia menjaga swasembada pangan ditopang oleh ketersediaan stok beras nasional yang kuat, termasuk di Provinsi Aceh yang saat ini memiliki cadangan mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat hingga beberapa bulan ke depan.

Mentan Amran menyampaikan bahwa stok beras nasional saat ini mencapai sekitar 3,2 juta ton. Kondisi tersebut mencerminkan komitmen pemerintah di bawah arahan Presiden Prabowo Subianto dalam menjaga ketahanan pangan, khususnya di wilayah terdampak bencana.

“Stok beras nasional kita sekitar 3,2 juta ton. Termasuk di Aceh, stoknya sangat kuat dan cukup untuk memenuhi kebutuhan 3 hingga 6 bulan ke depan. Jadi bagi saudara-saudara kita yang terdampak bencana, pangan tidak menjadi masalah, baik di tiga provinsi maupun secara nasional,” ujar Mentan Amran saat Groundbreaking Rehabilitasi Lahan Sawah Terdampak Bencana di Lhokseumawe, Aceh Utara, Kamis (15/1/2026).

Ia menegaskan bahwa pemerintah tidak hanya berfokus pada penanganan darurat, tetapi juga mempercepat pemulihan sektor pertanian guna menjaga keberlanjutan produksi pangan. Khusus di Aceh, saat ini tersimpan sekitar 70 ribu ton beras di gudang Bulog, seiring kembali berjalannya penyerapan gabah petani.

Selain memastikan ketersediaan stok, Kementerian Pertanian juga menjaga kesinambungan produksi melalui pendampingan petani, rehabilitasi lahan, serta penyaluran sarana produksi. Langkah ini diharapkan mendorong daerah terdampak bencana segera kembali berproduksi dan menopang ketahanan pangan nasional.

“Indonesia telah satu tahun mencapai swasembada pangan. Ini merupakan capaian strategis yang dicapai dengan cepat berkat arahan Presiden. Pemerintah memastikan pangan aman, tersedia, dan terjangkau bagi seluruh masyarakat,” tegas Mentan Amran.

Data Perum Bulog mencatat total stok beras di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat mencapai 106,7 ribu ton. Dari jumlah tersebut, Aceh memiliki stok terbesar sebesar 71,3 ribu ton, disusul Sumatera Utara 25,7 ribu ton dan Sumatera Barat 9,7 ribu ton.

Secara nasional, stok beras Bulog tercatat mencapai 3,35 juta ton, terdiri atas Cadangan Beras Pemerintah (CBP) sebesar 3,23 juta ton dan stok komersial sekitar 128 ribu ton. Ketersediaan ini menjadi fondasi penting dalam menjaga stabilitas pasokan dan harga pangan di masyarakat.

Sementara itu, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menegaskan kesiapan Bulog dalam mendukung swasembada pangan berkelanjutan. Mulai 2026 dan seterusnya, Bulog akan terus memperkuat penyerapan hasil petani, pengelolaan cadangan pangan, serta distribusi beras ke seluruh wilayah Indonesia.

“Kami siap menjalankan mandat pemerintah untuk mendukung swasembada pangan secara berkelanjutan, mulai dari penyerapan, pengolahan, hingga penyaluran beras secara optimal,” ujarnya.

Dengan stok beras yang kuat dan percepatan pemulihan sektor pertanian pascabencana, pemerintah optimistis swasembada pangan nasional tidak hanya terjaga saat ini, tetapi juga berkelanjutan dalam jangka panjang sebagai pilar ketahanan dan kesejahteraan masyarakat.