Empat Tahun InJourney, Transformasi Aviasi dan Pariwisata Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
259
Memasuki tahun keempat, InJourney menegaskan peran strategis aviasi dan pariwisata sebagai penggerak ekonomi nasional berkelanjutan. (Foto: InJourney)

(Vibizmedia – Jakarta) Holding BUMN di sektor aviasi dan pariwisata, PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau InJourney, resmi memasuki tahun keempat perannya dalam mendorong pengembangan pariwisata Indonesia.

Sejak dibentuk pada Januari 2022, InJourney menjalani proses transformasi menyeluruh yang menitikberatkan pada penguatan fundamental anak usaha. Transformasi tersebut dilakukan melalui integrasi aset, penguatan tata kelola operasional dan manajerial, serta peningkatan kualitas layanan dan pengalaman pelanggan. Upaya ini membuahkan hasil positif dengan tercapainya profitabilitas grup secara konsolidasi.

Keberhasilan tersebut tidak terlepas dari pendekatan kolaboratif berbasis gotong royong, yang diperkuat oleh sinergi erat dengan Pemerintah dan seluruh pemangku kepentingan. Dalam empat tahun kiprahnya, InJourney telah memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional dengan menciptakan pengungkit pertumbuhan ekonomi di berbagai daerah melalui pilar-pilar bisnisnya.

Ke depan, InJourney diharapkan semakin berperan sebagai katalis pertumbuhan ekonomi Indonesia, dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) diproyeksikan mencapai 4,1% hingga 6% pada 2029.

Beragam inisiatif strategis lintas portofolio terus dijalankan, mulai dari transformasi bandara dan peningkatan konektivitas udara, pengembangan destinasi budaya dan edukasi seperti Borobudur dan Taman Mini Indonesia Indah, pembangunan kawasan International Medical Tourism di KEK Sanur, hingga pengembangan destinasi Mandalika dan Golo Mori. Melalui Sarinah, InJourney juga konsisten membawa karya terbaik Indonesia ke panggung internasional.

Rangkaian inisiatif tersebut turut mendorong peningkatan kinerja korporasi, yang tercermin dari posisi InJourney sebagai perusahaan ke-43 terbesar di Indonesia. Peran InJourney dalam menjadikan sektor aviasi dan pariwisata sebagai penggerak pertumbuhan ekonomi nasional pun semakin menguat.

Capaian ini menjadi fondasi bagi InJourney dalam menjalankan peran ganda secara seimbang, sebagai pencipta nilai (value creation) sekaligus agen pembangunan (agent of development). Transformasi yang dijalankan tidak hanya memperkuat kinerja internal, tetapi juga memberikan kontribusi nyata bagi perekonomian nasional, pengembangan sektor aviasi dan pariwisata, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Direktur Utama InJourney, Maya Watono, menyampaikan bahwa transformasi bisnis selama empat tahun terakhir telah menjadi dasar yang kuat untuk membangun InJourney sebagai BUMN yang transparan, akuntabel, dan berkelanjutan. Ke depan, InJourney akan terus melanjutkan transformasi dengan tetap adaptif terhadap dinamika dan perubahan yang berlangsung sangat cepat. Ia berharap seluruh inisiatif InJourney, dengan dukungan penuh para pemangku kepentingan, mampu menciptakan nilai tambah yang semakin besar bagi perekonomian nasional.

Memasuki tahun keempat, InJourney menegaskan komitmen terhadap keberlanjutan sebagai arah utama transformasi. Selaras dengan tema “InJourney 4 Tahun Bersama Berkarya, Lestarikan Indonesia”, prinsip keberlanjutan dijadikan kerangka berpikir dan bertindak dalam setiap inisiatif jangka panjang. Pariwisata diposisikan sebagai investasi lintas generasi yang menyeimbangkan pertumbuhan ekonomi, pelestarian lingkungan, dan pemberdayaan sosial.

Komisaris Utama InJourney, Iwan Setyawan, menjelaskan bahwa tema tersebut mencerminkan arah strategis holding dalam menghadirkan pengalaman pariwisata yang bernilai dan berkesan. Melalui integrasi ekosistem pariwisata nasional, InJourney menyatukan atraksi, aksesibilitas, dan amenitas dalam satu orkestrasi yang saling memperkuat.

Menurutnya, pariwisata tidak cukup hanya dikelola, tetapi harus dikaryakan—yakni menciptakan pengalaman, memberi makna, dan meninggalkan dampak positif. InJourney diharapkan menjadi teladan bahwa pariwisata yang berkualitas adalah pariwisata yang mampu mengangkat martabat serta kesejahteraan masyarakat setempat. Pariwisata unggul, tegasnya, harus tumbuh seiring komitmen kuat terhadap pelestarian alam dan budaya, karena keberlanjutan bukan lagi pilihan, melainkan fondasi utama pariwisata Indonesia.

Komitmen InJourney terhadap pariwisata berkelanjutan berangkat dari keyakinan bahwa keberhasilan bisnis jangka panjang hanya dapat dicapai jika pertumbuhan ekonomi berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat. Melalui visi “Sustainable Tourism Economy and Creating Impact for Communities”, InJourney membangun ekosistem aviasi dan pariwisata yang mendorong pertumbuhan ekonomi sekaligus memperkuat komunitas lokal dan menjaga kelestarian lingkungan.

Direktur SDM dan Digital InJourney, Herdy Harman, menegaskan bahwa keberlanjutan dan tanggung jawab dalam berbisnis merupakan fondasi utama transformasi pariwisata nasional. Pembangunan, menurutnya, tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga pada pengembangan manusia sebagai elemen paling esensial. Program yang dirancang dengan baik harus diiringi kesiapan sumber daya manusia agar transformasi dapat berjalan berkelanjutan dan memberikan dampak jangka panjang.

Kerangka pariwisata berkelanjutan InJourney ditopang oleh dua pilar utama, yakni lingkungan dan sosial-ekonomi. Pada pilar lingkungan, InJourney berfokus pada pengelolaan air dan limbah secara bertanggung jawab, strategi iklim dan lingkungan, serta perlindungan keanekaragaman hayati dan konservasi. Sementara pada pilar sosial-ekonomi, InJourney memprioritaskan peningkatan kualitas hidup masyarakat melalui program kesehatan dan kesejahteraan, pengentasan kemiskinan, perluasan akses pendidikan, serta penguatan kemitraan dengan pelaku usaha lokal dan UMKM agar manfaat pariwisata dirasakan secara inklusif.

Sebagai bagian dari penerapan prinsip ESG, InJourney menargetkan penurunan emisi sebesar 4.000 ton CO₂e sebagai langkah awal menuju operasional yang lebih hijau dan mendukung target Net Zero Emission Pemerintah Indonesia. Komitmen ini diwujudkan melalui berbagai inisiatif hijau di lingkungan InJourney Group, mulai dari pemanfaatan energi terbarukan, elektrifikasi operasional, pengelolaan air dan limbah, hingga rehabilitasi lingkungan.

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di sembilan bandara utama menghasilkan 10.760 MWh energi terbarukan per tahun dan berpotensi menghindari emisi sebesar 9.860 ton CO₂e per tahun, setara dengan penyerapan karbon oleh sekitar 272 ribu pohon. Selain itu, InJourney telah mengoperasikan 716 unit kendaraan dan peralatan listrik di berbagai destinasi pariwisata guna mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil.

Dalam pengelolaan sumber daya, prinsip ekonomi sirkular diterapkan melalui pengelolaan limbah padat mencapai 7.000 meter kubik serta pemanfaatan air daur ulang sebesar 1.728.304 meter kubik. Upaya mitigasi perubahan iklim juga dilakukan melalui penanaman 40.000 pohon mangrove di seluruh wilayah operasional.

Untuk memperkuat ketahanan air, kawasan Nusa Dua Bali mengoperasikan fasilitas Seawater Reverse Osmosis (SWRO) yang menghasilkan 331.382 meter kubik air bersih. Inisiatif ini mengurangi ketergantungan pada air tanah sekaligus meningkatkan ketahanan kawasan terhadap dampak perubahan iklim. Implementasi tersebut mencatatkan pencapaian penting bagi ITDC Nusa Dua sebagai perusahaan pertama di Indonesia yang memperoleh izin resmi dari Kementerian Kelautan dan Perikanan untuk mengolah air laut menjadi air layak konsumsi.

Melalui rangkaian inisiatif tersebut, InJourney menegaskan keberlanjutan sebagai bagian integral dari strategi bisnis dan pengelolaan destinasi. Pendekatan ini memastikan bahwa transformasi aviasi dan pariwisata tidak hanya mendorong pertumbuhan ekonomi, tetapi juga memperkuat ketahanan lingkungan, meningkatkan efisiensi sumber daya, serta meninggalkan warisan hijau yang berkelanjutan bagi generasi mendatang.