Industri Baterai Terintegrasi Dibangun, Indonesia Siap Masuki Rantai Nilai Global EV

0
136
MIND ID, melalui perusahaan patungan (joint venture) CATIB, membangun Fasilitas Produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat. (Foto: MIND ID)

(Vibizmedia – Jakarta) MIND ID melalui perusahaan patungan PT Contemporary Amperex Technology Indonesia Battery (CATIB) tengah membangun fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack di kawasan Artha Industrial Hills (AIH), Kabupaten Karawang, Jawa Barat.

CATIB merupakan perusahaan patungan antara MIND ID melalui PT Industri Baterai Indonesia (PT IBI) dengan konsorsium Contemporary Amperex Technology Co., Limited, Brunp, dan Lygend (CBL). Konsorsium CBL sendiri merupakan joint venture dari CATL, Brunp, dan Lygend.

Fasilitas produksi yang dibangun ini dirancang memiliki kapasitas awal sebesar 6,9 GWh pada fase pertama dan meningkat hingga total kapasitas 15 GWh pada fase kedua. Proyek yang berdiri di atas lahan seluas 43 hektare tersebut terdiri atas dua fasilitas utama, yakni pabrik Module & Pack (MP) beserta instalasi Battery Manufacture Equipment, serta pabrik Cell yang saat ini masih dalam tahap pembangunan lanjutan.

Managing Director Technology Advancement Danantara Indonesia, Dwi Susanto, menyampaikan bahwa proyek ini tidak hanya memperkuat kapasitas manufaktur baterai nasional, tetapi juga mendorong penguasaan teknologi, peningkatan kapabilitas sumber daya manusia, serta integrasi sistem industri hulu dan hilir kendaraan listrik.

“Melalui inisiatif strategis ini, Indonesia dapat menciptakan nilai tambah ekonomi yang lebih besar dan berkelanjutan,” ujar Dwi.

Ia menambahkan, fasilitas produksi Battery Cells, Module & Pack di Karawang ditargetkan mulai beroperasi secara komersial pada akhir 2026. Kehadiran pabrik ini diharapkan menjadi tonggak penting dalam meningkatkan nilai tambah sumber daya mineral nasional sekaligus mendorong peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) pada produk kendaraan listrik di Indonesia.

Dalam kesempatan yang sama, dilakukan penandatanganan Memorandum of Understanding (MoU) antara MIND ID, PT IBI, dan CATL terkait kerja sama penelitian dan pengembangan produk di bidang baterai, energi terbarukan, dan mobilitas listrik. Kerja sama tersebut ditujukan untuk memperkuat posisi Indonesia dalam industri baterai dan energi terbarukan, serta mempersiapkan peluncuran komersial rantai nilai baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir pada 2028.

Direktur Utama MIND ID, Maroef Sjamsoeddin, menegaskan bahwa kolaborasi strategis ini menjadi bagian penting dari peran MIND ID sebagai penggerak hilirisasi. Menurutnya, Grup MIND ID terus mengoptimalkan kekayaan sumber daya mineral dan batu bara untuk mendukung pembangunan industri masa depan yang berkelanjutan.

“Kami akan terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam pengembangan ekosistem baterai terintegrasi agar memberikan manfaat yang lebih besar bagi negara dan masyarakat,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Utama PT IBI, Aditya Farhan Arif, menegaskan komitmen perusahaan dalam mengawal pengembangan industri baterai nasional secara konsisten, mulai dari tahap perencanaan hingga implementasi.

Menurutnya, kemajuan signifikan proyek CATIB saat ini mencerminkan kesiapan infrastruktur, teknologi, serta kolaborasi strategis yang dibangun untuk mendukung terbentuknya industri baterai nasional yang kompetitif dan berkelanjutan.

“Penandatanganan MoU ini menjadi wujud komitmen agar industri baterai nasional mampu meningkatkan kepakaran Indonesia di bidang material maju untuk energi, khususnya teknologi baterai,” kata Aditya.