Kemendag–JETRO Perkuat Akses Ekspor UMKM FMCG Indonesia ke Jepang

0
62
Business Matching antara Kemendag melalui Dijen Pengembangan Ekspor Nasional dengan JETRO (Foto: Ditjenpen Kemendag).

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Perdagangan (Kemendag) bekerja sama dengan Japan External Trade Organization (JETRO) menyelenggarakan kegiatan penjajakan bisnis (business matching) di Jakarta, Selasa (20/1).

Kegiatan ini mempertemukan 30 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) Indonesia produsen fast-moving consumer goods (FMCG) dengan empat perusahaan ritel besar asal Jepang. Sektor yang terlibat meliputi furnitur, peralatan rumah tangga, kosmetik dan perawatan kulit, kebutuhan hewan peliharaan, serta makanan dan minuman.

Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag, Fajarini Puntodewi, menyatakan bahwa business matching ini merupakan inisiatif strategis pemerintah untuk memperluas akses pasar ekspor UMKM Indonesia ke Jepang, yang dikenal memiliki standar kualitas dan keamanan produk yang tinggi. Melalui pertemuan ini, pemasok Indonesia dipertemukan langsung dengan mitra ritel Jepang guna menyelaraskan standar produk agar sesuai dengan kebutuhan pasar.

Business matching dilakukan melalui pertemuan one-on-one, memberikan kesempatan bagi UMKM untuk mempresentasikan produk unggulan, menampilkan sampel, serta menjajaki dan menegosiasikan harga secara langsung dengan perwakilan ritel Jepang.

Puntodewi menilai Indonesia dan Jepang memiliki peluang besar untuk memperkuat kerja sama di sektor furnitur, home and living, wellness, perawatan tubuh, dan kecantikan. Sektor-sektor tersebut berpotensi menjadi kekuatan baru dalam rantai pasok global. Ia optimistis produk FMCG dan kreatif Indonesia dapat menjadi katalis pemulihan perdagangan pada 2026.

Dari sisi kinerja perdagangan, ekspor nonmigas Indonesia ke Jepang pada Januari–November 2025 tercatat sebesar USD 14,08 miliar, turun 17,91 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Meski demikian, dalam lima tahun terakhir (2020–2024), tren perdagangan Indonesia–Jepang tetap tumbuh, dengan peningkatan total perdagangan sebesar 9,47 persen dan ekspor nonmigas sebesar 8,82 persen. Indonesia juga mencatatkan surplus perdagangan USD 2,64 miliar pada periode Januari–November 2025.

Presiden Direktur JETRO Jakarta, Shinji Hirai, menyampaikan bahwa kegiatan ini dapat menjadi referensi bagi pemasok Indonesia untuk memahami kebutuhan pasar Jepang, sekaligus membantu perusahaan Jepang menemukan mitra baru dari Indonesia.

Para peserta UMKM mengapresiasi fasilitasi Kemendag dan JETRO, serta berharap kegiatan ini dapat membuka peluang kerja sama berkelanjutan dan mendorong produk lokal Indonesia menembus pasar global, khususnya Jepang.