Kemenkes Pastikan Influenza A(H3N2) Subclade K Terkendali, Tren Kasus Menurun

0
91

(Vibizmedia – Nasional) Kementerian Kesehatan (Kemenkes) memastikan situasi penyebaran influenza A(H3N2) subclade K di Indonesia masih terkendali. Meski virus ini terdeteksi di 13 provinsi, tren kasus influenza secara nasional justru menunjukkan penurunan memasuki awal 2026.

Direktur Penyakit Menular Kemenkes, Prima Yosephine, menyatakan bahwa Influenza A(H3N2) bukanlah virus baru, melainkan bagian dari influenza musiman yang rutin beredar setiap tahun.

“Pada pertengahan Januari 2025, subclade K H3N2 telah dilaporkan di sekitar 80 negara, termasuk Indonesia yang pertama kali mendeteksi kasus pada minggu epidemiologi ke-36. Namun, berdasarkan pemantauan kami, tren kasus influenza di Indonesia terus menurun sehingga masyarakat tidak perlu panik,” ujar Prima dalam keterangan resmi, Selasa (30/1/2026).

Data Kemenkes mencatat, sepanjang 1 Januari 2025 hingga 10 Januari 2026, ditemukan 74 kasus subclade K dari total 204 spesimen influenza A(H3N2) yang diperiksa. Kasus terbanyak tercatat di Jawa Timur dan Kalimantan Selatan.

Puncak kasus terjadi pada minggu ke-40 tahun 2025 dan mulai menunjukkan penurunan sejak minggu ke-44. Bahkan, tidak ditemukan tambahan kasus baru A(H3N2) subclade K sejak minggu ke-52.

Sebagian besar pasien influenza mengalami gejala ringan hingga sedang dan dapat pulih tanpa perawatan khusus. Sementara itu, kasus berat umumnya terjadi pada kelompok berisiko tinggi, seperti lansia dan individu dengan penyakit penyerta.

Prima menjelaskan, laporan kematian pada pasien influenza umumnya berkaitan dengan kondisi komorbid yang telah ada sebelumnya.

“Influenza tidak selalu menjadi penyebab utama kematian, tetapi dapat menjadi faktor pemicu yang memperburuk kondisi kesehatan yang sudah tidak stabil, terutama pada pasien lansia dengan komorbid,” jelasnya.

Kemenkes terus memperkuat surveilans influenza di fasilitas kesehatan, rumah sakit, serta pintu masuk negara, termasuk melalui pemeriksaan laboratorium dan analisis genom virus, guna memastikan tidak terjadi perubahan signifikan pada karakteristik virus.

Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat, menggunakan masker saat sakit—terutama bagi kelompok rentan—serta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami gejala berat. Vaksinasi influenza tahunan juga dianjurkan, khususnya bagi kelompok berisiko, sebagai langkah pencegahan.