IMF: Indonesia Masuk Negara dengan Pertumbuhan Ekonomi Tercepat

0
37
Foto: Kemenko Ekon

(Vibizmedia – Jakarta) Di tengah berlanjutnya ketidakpastian ekonomi global, perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan yang kuat dengan prospek pertumbuhan yang positif. Fundamental ekonomi yang terjaga, stabilitas makroekonomi yang solid, serta bauran kebijakan yang konsisten menjadi modal utama dalam menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi nasional ke depan.

Pemerintah menyambut positif proyeksi Dana Moneter Internasional (IMF) yang memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia mencapai sekitar 5,0% pada 2025 dan 5,1% pada 2026. Penilaian tersebut dinilai mencerminkan ketangguhan ekonomi Indonesia di tengah dinamika global sekaligus menempatkan Indonesia sebagai salah satu negara dengan laju pertumbuhan ekonomi tercepat di dunia.

“Proyeksi IMF ini menegaskan bahwa fundamental perekonomian Indonesia tetap kuat dan terjaga, meskipun tekanan global masih cukup tinggi. Pemerintah terus memastikan kebijakan yang diambil bersifat responsif dan antisipatif untuk menjaga keberlanjutan pertumbuhan ekonomi,” ujar Juru Bicara Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian, Haryo Limanseto, di Jakarta, Jumat (23/01).

Dalam kurun satu dekade terakhir, perekonomian Indonesia secara konsisten tumbuh di kisaran 5%. Capaian tersebut mencerminkan daya tahan ekonomi nasional serta efektivitas kebijakan makroekonomi yang dijalankan, ditopang oleh stabilitas inflasi, disiplin fiskal, dan kredibilitas pengelolaan anggaran negara.

Selain itu, pengelolaan fiskal yang prudent, termasuk komitmen menjaga defisit anggaran dalam batas aman serta pemenuhan kewajiban keuangan negara secara tepat waktu, turut memperkuat kepercayaan pasar. Faktor-faktor tersebut menjadi penopang penting ketahanan ekonomi Indonesia di tengah meningkatnya volatilitas global.

Ke depan, prospek perekonomian Indonesia dinilai masih memiliki ruang pertumbuhan yang lebih besar. Hal ini didukung oleh perbaikan iklim investasi, peningkatan efisiensi alokasi modal, serta peran Indonesia yang semakin strategis dalam perekonomian global. Dalam konteks ini, Indonesia semakin dipandang tidak hanya sebagai negara yang stabil, tetapi juga sebagai tujuan investasi jangka panjang yang menjanjikan.

Berdasarkan asumsi makro APBN, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2026 ditargetkan berada di kisaran 5,4%, dengan peluang untuk tumbuh lebih tinggi seiring menguatnya realisasi investasi dan konsumsi domestik. Sejumlah proyeksi internal juga menunjukkan potensi pertumbuhan yang lebih optimal sejalan dengan berlanjutnya momentum pemulihan ekonomi.

Meski proyeksi IMF sedikit berada di bawah target pertumbuhan dalam APBN 2026, Pemerintah tetap optimistis target tersebut dapat dicapai. Optimisme ini didukung oleh sinergi kebijakan fiskal dan moneter, percepatan belanja produktif, perluasan pasar, serta penguatan investasi dan konsumsi dalam negeri.

Pemerintah juga terus mencermati berbagai tantangan ke depan, termasuk ketidakpastian ekonomi global dan volatilitas pasar keuangan internasional. Oleh karena itu, koordinasi kebijakan terus diperkuat, stabilitas makroekonomi dijaga, serta peningkatan produktivitas nasional didorong guna memastikan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

“Ke depan, Pemerintah berkomitmen menjaga stabilitas ekonomi dan memperkuat daya saing nasional agar pertumbuhan ekonomi tetap berada pada jalur positif serta mampu menciptakan peluang yang lebih luas bagi masyarakat,” tutup Haryo.