Indonesia Bidik Pasar Eurasia lewat Status Partner Country INNOPROM 2026

0
36
Foto: Kemenperin

(Vibizmedia – Jakarta) Indonesia resmi ditetapkan sebagai Partner Country pada ajang Industrial International Exhibition (INNOPROM) 2026, pameran industri internasional bergengsi yang akan digelar pada 6–9 Juli 2026 di Yekaterinburg, Rusia. Penetapan ini menjadi momentum strategis bagi Indonesia untuk menampilkan kapasitas, daya saing, serta kesiapan industri nasional di panggung global.

INNOPROM merupakan pameran industri internasional yang menjadi etalase inovasi, teknologi, dan kolaborasi industri dunia, serta mempertemukan pelaku usaha, investor, dan pembuat kebijakan dari berbagai negara. Sejak pertama kali diselenggarakan pada 2010, INNOPROM dikenal sebagai salah satu pameran industri terbesar di kawasan Asia Tengah dan Eurasia, dengan hampir 1.000 exhibitor dan area pameran mencapai 50.000 meter persegi.

Selama ini, kerja sama industri antara Indonesia dan Federasi Rusia telah terjalin kuat di berbagai sektor strategis, seperti industri pupuk, farmasi dan alat kesehatan, metalurgi, galangan kapal, industri krisotil, hingga pengembangan industri halal. Fondasi kerja sama tersebut menjadi modal penting bagi Indonesia dalam mengoptimalkan peran sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menegaskan bahwa partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 merupakan langkah strategis untuk memperkuat citra Indonesia sebagai negara industri yang kompetitif, inovatif, dan terbuka terhadap kolaborasi internasional.

“Partisipasi Indonesia sebagai Partner Country INNOPROM 2026 menjadi momentum penting untuk menunjukkan kemampuan dan daya saing industri nasional di hadapan dunia. Indonesia hadir bukan sekadar sebagai peserta, melainkan sebagai mitra strategis yang menegaskan komitmen terhadap inovasi, keberlanjutan, dan pertumbuhan industri yang inklusif,” ujar Menperin di Jakarta, Kamis (22/1).

Sebagai Partner Country, Indonesia akan menampilkan produk manufaktur unggulan, potensi investasi, serta peluang kemitraan di berbagai sektor prioritas, sekaligus mempromosikan Indonesia sebagai pusat manufaktur dan inovasi di kawasan. Partisipasi ini juga diarahkan untuk memperluas akses ke pasar nontradisional, khususnya Rusia dan negara-negara Commonwealth of Independent States (CIS).

“INNOPROM menjadi platform strategis untuk memperluas akses pasar dan memperdalam kerja sama industri Indonesia dengan mitra internasional, terutama Rusia dan kawasan Eurasia. Forum ini memungkinkan Indonesia memperkenalkan kapabilitas industrinya sekaligus membuka peluang investasi dan kemitraan yang saling menguntungkan,” jelas Menperin.

Dalam rangka persiapan menuju INNOPROM 2026, Kementerian Perindustrian bersama KBRI Moskow telah menyelenggarakan Indonesia–Russia Business Matching: Road to INNOPROM 2026 di Moskow. Kegiatan tersebut dimanfaatkan untuk mempercepat penyelesaian sejumlah nota kesepahaman strategis di sektor industri serta menyelaraskan agenda kerja sama antara pelaku industri kedua negara.

Selain itu, Kementerian Perindustrian Republik Indonesia dan Kementerian Perindustrian dan Perdagangan Federasi Rusia telah menyepakati sejumlah nota kesepahaman di bidang industri strategis, termasuk kerja sama galangan kapal dan penelitian ilmiah terkait keamanan penggunaan krisotil, serta sejumlah kerja sama lain yang masih dalam tahap finalisasi. Kesepakatan ini mencerminkan komitmen kedua negara dalam mendorong kolaborasi industri berbasis nilai tambah dan transfer teknologi.

Dukungan terhadap partisipasi Indonesia di INNOPROM 2026 juga datang dari Pemerintah Rusia dan penyelenggara INNOPROM, Formika Event, yang menyatakan komitmen untuk memperkuat kerja sama industri yang saling menguntungkan, termasuk di bidang teknologi, energi, transportasi, dan digitalisasi industri.

Melalui keikutsertaan sebagai Partner Country pada INNOPROM 2026, Indonesia menegaskan posisinya sebagai negara industri yang tidak hanya bertumpu pada sumber daya alam, tetapi juga mengedepankan nilai tambah, inovasi, dan solusi industri berkelanjutan bagi pasar global.