Presiden Prabowo Tegaskan Supremasi Hukum sebagai Fondasi Iklim Investasi Indonesia

0
49
Foto: BPMI Setpres

(Vibizmedia – Davos, Swiss) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menegaskan bahwa kepastian dan keadilan hukum merupakan prasyarat utama bagi terciptanya iklim investasi yang sehat. Dalam pidatonya pada World Economic Forum (WEF) Annual Meeting 2026 di Davos, Swiss, Kamis (22/01/2026), Presiden menekankan bahwa tidak ada investor yang bersedia menanamkan modal di negara yang mengabaikan supremasi hukum.

“Tidak akan ada iklim investasi tanpa kepastian penegakan hukum yang adil. Tidak seorang pun akan datang untuk berinvestasi di negara yang tidak taat hukum atau memiliki tradisi hukum yang meragukan,” tegas Presiden Prabowo.

Sejalan dengan itu, Presiden menyatakan komitmennya untuk memastikan penegakan hukum dilakukan tanpa pandang bulu dan ditempatkan di atas seluruh kepentingan. Sejak 2025, Pemerintah Indonesia secara terbuka dan tegas menghadapi persoalan korupsi yang menghambat pembangunan dan kepercayaan publik.

“Kami bertekad memerangi korupsi ini secara langsung. Ini adalah tantangan besar. Tidak banyak yang percaya hal ini bisa dilakukan, tetapi kami tidak memiliki pilihan. Saya telah dilantik dan disumpah untuk menegakkan konstitusi serta supremasi hukum,” ujar Presiden.

Presiden mengungkapkan bahwa pada awal masa pemerintahannya, ditemukan berbagai penyalahgunaan besar dalam tata kelola bahan bakar dan minyak mentah, serta praktik ilegal yang menjalar di hampir seluruh sektor ekonomi. Pemerintah pun mengambil langkah tegas melalui penindakan hukum.

“Pada tahun pertama pemerintahan saya, kami menyita sekitar empat juta hektare perkebunan dan tambang ilegal. Ini sangat besar. Saya menyebut kondisi ini bukan sebagai usaha bebas atau pasar bebas, melainkan sebagai ekonomi keserakahan—praktik ekonomi yang rakus dan tidak berkeadilan,” jelas Presiden.

Menurut Presiden, upaya penegakan hukum yang dilakukan secara konsisten dan terukur telah membuahkan hasil nyata, salah satunya ditandai dengan penurunan tingkat kemiskinan ekstrem ke level terendah sepanjang sejarah. Pemerintah menargetkan penghapusan kemiskinan ekstrem sepenuhnya dalam empat tahun ke depan.

“Tidak ada yang lebih mendesak dan lebih bermakna daripada menurunkan kemiskinan dan memberantas kelaparan,” kata Presiden.

“Itulah misi saya saat ini, memastikan rakyat Indonesia yang paling miskin dan paling rentan dapat tersenyum. Dan untuk mencapai itu, kita harus memerangi korupsi, manipulasi, dan penyalahgunaan wewenang,” tambahnya.

Pidato Presiden Prabowo di Davos menegaskan pesan kuat bahwa Indonesia terbuka terhadap investasi global, dengan satu prinsip yang tidak dapat ditawar: supremasi hukum dan keadilan bagi seluruh rakyat.