
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi di berbagai daerah di Indonesia pada periode Senin (26/1) pukul 07.00 WIB hingga Selasa (27/1) pukul 07.00 WIB. Dalam periode tersebut, bencana kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta angin kencang dilaporkan terjadi di beberapa wilayah.
Peristiwa kebakaran hutan dan lahan dilaporkan terjadi di Kabupaten Simalungun, Provinsi Sumatra Utara, pada Senin (26/1). Kebakaran melanda Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipangan Bolon, dengan luas lahan terbakar mencapai sekitar lima hektare. Tim gabungan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Simalungun bersama aparat setempat segera melakukan upaya pemadaman dan pendinginan. Api berhasil dipadamkan pada sore hari di hari yang sama.
Sementara itu, angin kencang menerjang Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat, pada Minggu (25/1). Sebanyak 137 jiwa terdampak dalam peristiwa tersebut, dengan tiga jiwa di antaranya terpaksa mengungsi ke tempat yang lebih aman. Angin kencang mengakibatkan kerusakan pada 44 unit rumah warga serta empat unit fasilitas umum. BPBD Kabupaten Ciamis telah melakukan pembersihan material akibat pohon tumbang, menyalurkan bantuan logistik, serta melakukan perbaikan rumah warga terdampak.
Masih di Provinsi Jawa Barat, angin kencang pascahujan deras juga melanda Kabupaten Bogor pada Minggu (25/1). Wilayah terdampak meliputi Kecamatan Citeureup dan Kecamatan Caringin. Sebanyak 90 warga terdampak, dengan 16 jiwa mengungsi ke rumah kerabat yang lebih aman. Berdasarkan pendataan BPBD Kabupaten Bogor, tercatat 15 unit rumah mengalami rusak ringan, delapan unit rusak sedang, dan tiga unit rusak berat. Hingga kini, sebagian rumah warga telah selesai diperbaiki.
Peristiwa serupa juga terjadi di Kota Kupang, Provinsi Nusa Tenggara Timur, pada Sabtu (24/1). Sebanyak 188 jiwa dilaporkan terdampak, dengan tiga warga mengalami luka-luka. Angin kencang yang terjadi pascahujan dengan intensitas tinggi tersebut menyebabkan 43 unit rumah warga mengalami kerusakan. BPBD Kota Kupang bersama instansi terkait telah melakukan penanganan kesehatan bagi korban, pembersihan material, serta penyaluran bantuan kebutuhan dasar.
Di sisi lain, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini potensi cuaca ekstrem untuk tiga hari ke depan, terhitung mulai Selasa (27/1) hingga Kamis (29/1). Potensi hujan dengan intensitas sedang hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang diperkirakan terjadi di hampir seluruh wilayah Indonesia.
Menindaklanjuti peringatan tersebut, BNPB mengimbau seluruh pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana akibat cuaca ekstrem. Upaya mitigasi yang dapat dilakukan antara lain memastikan kekuatan atap rumah, memangkas ranting pohon yang berisiko tumbang, serta menghindari aktivitas di luar ruangan saat hujan lebat dan angin kencang berlangsung.








