Menkeu Optimistis Ekonomi Indonesia Tetap Tumbuh di Tengah Ketidakpastian Global

0
57
Foto: Instagram Menkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyampaikan optimisme terhadap prospek perekonomian nasional di tengah ketidakpastian global. Menurutnya, volatilitas global saat ini relatif rendah, meski peluang peningkatan pertumbuhan dunia masih terbatas.

Menkeu menegaskan bahwa dinamika global bukan faktor penentu utama kinerja ekonomi Indonesia. Sekitar 90 persen pertumbuhan ekonomi nasional ditopang oleh permintaan domestik, sementara kontribusi faktor global hanya berkisar 10–20 persen. Dengan struktur tersebut, perlambatan ekonomi dunia seharusnya tidak menjadi alasan melemahnya kinerja ekonomi dalam negeri.

“Kalau 90 persen ditopang domestic demand dan hanya 10 persen global—bahkan maksimal 15 sampai 20 persen—seharusnya kita tidak mengalami masalah besar,” ujar Menkeu dalam Indonesia Fiscal Forum 2026 di Thamrin Nine Ballroom, Selasa (27/01).

Dari sisi domestik, kondisi ekonomi dinilai cukup solid. Inflasi tercatat rendah di kisaran 2,9 persen, dengan inflasi inti sekitar 2,3 persen. Bahkan, jika komponen harga emas dikeluarkan, inflasi diperkirakan hanya sekitar 1,5 persen. Kondisi ini menunjukkan tekanan permintaan masih terkendali dan belum mengarah pada overheating ekonomi.

“Permintaan masih relatif rendah dan belum memicu core inflation. Artinya, ekonomi masih bisa didorong tumbuh lebih cepat tanpa kekhawatiran kenaikan suku bunga yang signifikan dari bank sentral,” jelasnya.

Pertumbuhan ekonomi nasional juga menunjukkan tren positif, dengan capaian berada di kisaran 5,0–5,4 persen dalam beberapa triwulan terakhir. Menkeu menilai masih terdapat ruang yang cukup untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tanpa memicu tekanan moneter.

Untuk memperkuat dorongan pertumbuhan, pemerintah terus mengandalkan strategi debottlenecking guna memperbaiki iklim investasi. Melalui forum koordinasi lintas kementerian, berbagai hambatan usaha yang dihadapi pelaku bisnis ditargetkan dapat diselesaikan secara cepat dan terukur.

Didukung oleh perbaikan kinerja fiskal, optimalisasi penerimaan pajak dan bea cukai, serta pengendalian defisit anggaran, pemerintah optimistis pertumbuhan ekonomi Indonesia akan tetap berkelanjutan.

“Saya optimistis terhadap ekonomi dan pasar saham tahun ini. Jangan ragu untuk mulai berinvestasi atau memperluas ekspansi bisnis,” pungkas Menkeu.