Presiden Prabowo Bahas Kerja Sama Pendidikan RI–Inggris di Hambalang

0
63
Kabinet Merah Putih
Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa, 27 Januari 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Prabowo Subianto menggelar pertemuan dengan sejumlah menteri Kabinet Merah Putih di kediamannya di Hambalang, Bogor, Jawa Barat, pada Selasa (27/1/2026). Pertemuan tersebut secara khusus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya.

Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya dalam keterangan tertulis menyampaikan bahwa Presiden Prabowo secara langsung mengumpulkan para menteri terkait untuk mendalami tindak lanjut kerja sama strategis di sektor pendidikan tinggi, terutama dalam rangka pengembangan sumber daya manusia unggul.

“Hari ini, Presiden Prabowo Subianto mengumpulkan sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih di kediaman Hambalang, Bogor, Selasa, 27 Januari 2026. Pertemuan tersebut fokus membahas perkembangan kerja sama pendidikan antara Indonesia dan sejumlah universitas ternama di Inggris Raya,” ujar Seskab Teddy.

Dalam pertemuan tersebut, Presiden Prabowo menerima laporan dari Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto terkait progres penguatan pendidikan tinggi nasional, khususnya di bidang kesehatan dan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) melalui kolaborasi internasional.

“Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi melaporkan bahwa inisiatif Bapak Presiden Prabowo untuk membangun 10 kampus di bidang kesehatan dan STEM melalui kolaborasi dengan universitas ternama Inggris Raya mendapatkan respons yang sangat positif dari pihak mitra,” kata Teddy.

Pertemuan di Hambalang ini mencerminkan pendekatan langsung dan visioner Presiden Prabowo dalam memastikan setiap kerja sama internasional memberikan dampak nyata bagi peningkatan kualitas pendidikan nasional. Pemerintah menargetkan kolaborasi ini dapat memperkuat kemandirian bangsa sekaligus meningkatkan kesiapan Indonesia menghadapi persaingan global berbasis ilmu pengetahuan dan teknologi.