Produk UMKM Indonesia Tampil Memikat di Toronto Market Week 2026

0
288
Suasana di Toronto Market Week 2026 (Foto: Toronto Market Week)

(Vibizmedia – Toronto, Kanada) Daya tarik produk UMKM Indonesia kembali mencuri perhatian di pasar internasional melalui kehadiran Paviliun Indonesia pada ajang Toronto Market Week 2026. Pameran yang berlangsung pada 24–27 Januari 2026 di The International Centre, Mississauga, Ontario, Kanada tersebut merupakan salah satu pameran dagang terbesar di Kanada yang berfokus pada produk dekorasi rumah, furnitur, dan mode.

Paviliun Indonesia resmi dibuka pada 24 Januari 2026 oleh Konsul Jenderal RI Toronto, Vevie Damayanti, didampingi Atase Perdagangan RI Ottawa dan Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Vancouver. Pada kesempatan ini, Paviliun Indonesia menampilkan 95 produk terbaru dari enam UMKM, yakni Bali Handy, Maharani Craft, Raya Craft, CV Tashinda Putraprima, Mawar Ketak Lombok Art, dan Sheo Home Living. Kehadiran koleksi baru tersebut melengkapi lebih dari 200 produk Indonesia yang sebelumnya telah berhasil menembus pasar Kanada.

Seluruh produk yang ditampilkan dirancang sesuai dengan selera dan kebutuhan konsumen Kanada, dengan tetap mengedepankan inovasi, kualitas, serta kekhasan desain Indonesia. Produk unggulan yang dipromosikan meliputi vas bambu, keranjang rotan, lampu hias, furnitur minimalis, hingga berbagai aksesori rumah tangga.

Paviliun Indonesia merupakan hasil kolaborasi strategis antara perwakilan Pemerintah Republik Indonesia di Kanada dengan Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI), Bank BNI, dan Bank BRI. Konsul Jenderal RI Toronto, Vevie Damayanti, menegaskan bahwa sinergi ini sejalan dengan semangat Program UMKM BISA Ekspor yang digagas Kementerian Perdagangan. Menurutnya, perluasan pasar ekspor UMKM hanya dapat terwujud melalui kerja sama yang erat antara pemerintah, perbankan, diaspora, dan pelaku usaha.

Vevie menyampaikan bahwa partisipasi Paviliun Indonesia di Toronto Market Week 2026 merupakan bentuk komitmen pemerintah dalam memberikan pendampingan dan fasilitasi kepada UMKM untuk menembus pasar global. Kehadiran paviliun ini diharapkan dapat meningkatkan visibilitas produk Indonesia, membuka peluang ekspor baru, serta memperkuat keberlanjutan ekspor UMKM di kawasan Amerika Utara, khususnya Kanada.

Senada dengan hal tersebut, Atase Perdagangan RI Ottawa, Mahdewi Silky, menyoroti peran strategis UMKM dalam perekonomian nasional. Pada 2024, UMKM berkontribusi sebesar 60,51 persen terhadap PDB Indonesia dan menyerap sekitar 97 persen tenaga kerja nasional. Namun, kontribusi UMKM terhadap ekspor nasional masih berada di kisaran 15,7 persen. Ia optimistis implementasi Indonesia–Canada Comprehensive Economic Partnership Agreement (ICA-CEPA), yang ditargetkan berlaku pada semester II 2026, akan memperluas peluang ekspor UMKM melalui pemanfaatan tarif preferensial dan kerangka perdagangan yang lebih terbuka dan terprediksi.

Kepala ITPC Vancouver, Andri Satria Permana, menambahkan bahwa Toronto Market Week menjadi momentum strategis untuk memposisikan produk Indonesia sebagai pilihan yang kompetitif di pasar Kanada. Menurutnya, Paviliun Indonesia diharapkan mampu menarik minat lebih banyak pelaku usaha dan memperkuat jejak ekspor Indonesia di pasar global.

Apresiasi juga disampaikan oleh Founder dan CEO Cantiq Living, Hartati Suganda, selaku agregator importir produk UMKM Indonesia di Kanada. Ia menilai dukungan dari Atase Perdagangan dan ITPC sangat krusial, mulai dari penyediaan intelijen pasar, kurasi UMKM siap ekspor, fasilitasi business matching, hingga dukungan akses pameran, yang secara nyata meningkatkan kesiapan UMKM Indonesia dalam memasuki pasar Kanada.

Dari sisi kinerja perdagangan, total nilai perdagangan Indonesia–Kanada pada periode Januari–Oktober 2025 mencapai USD 4 miliar, meningkat 16,6 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Ekspor Indonesia ke Kanada juga tumbuh 9,6 persen, dari USD 2,02 miliar menjadi USD 2,21 miliar. Capaian tersebut mencerminkan besarnya potensi kerja sama perdagangan kedua negara yang dapat terus dikembangkan melalui partisipasi aktif Indonesia dalam pameran internasional seperti Toronto Market Week.