BNPB Catat Banjir di Indramayu dan Jember, Kekeringan Landa Bondowoso

0
43
Air bersih
BPBD Kabupaten Bondowoso mendistribusikan air bersih bagi warga Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo, Kabupaten Bondowoso yang dilanda kekeringan pada Rabu, 28 Januari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum sejumlah kejadian bencana yang terjadi pada periode 28–29 Januari 2026. Dalam periode tersebut, bencana hidrometeorologi tercatat terjadi di Provinsi Jawa Barat dan Jawa Timur, meliputi banjir dan kekeringan.

Di Provinsi Jawa Barat, hujan berintensitas tinggi disertai angin kencang memicu banjir di Kelurahan Margadadi dan Desa Tambak, Kecamatan Indramayu, Kabupaten Indramayu, pada Selasa (27/1).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Indramayu mencatat sebanyak 2.724 jiwa terdampak. Dari jumlah tersebut, 206 warga melakukan evakuasi mandiri ke lokasi yang lebih aman. Pemerintah daerah telah menyiapkan tiga titik lokasi pengungsian.

Upaya penanganan darurat dilakukan dengan pemenuhan kebutuhan dasar warga terdampak serta normalisasi saluran drainase. Hingga laporan ini disusun, kondisi genangan air dilaporkan berangsur surut dengan tinggi muka air berkisar 30–90 sentimeter.

Sementara itu, banjir juga terjadi di Kabupaten Jember, Jawa Timur, pada Rabu (28/1). Tiga kecamatan terdampak, yakni Patrang, Sumbersari, dan Kaliwates, dengan ketinggian muka air antara 30–60 sentimeter.
BPBD Kabupaten Jember mencatat 191 Kepala Keluarga (KK) terdampak. Kerugian materiil meliputi satu unit ruko, satu unit tempat kos, serta 191 unit rumah warga. Tidak terdapat laporan warga mengungsi. Pada Kamis (29/1), genangan air di sejumlah wilayah terpantau mulai surut, namun masyarakat diimbau tetap waspada terhadap potensi banjir susulan karena hujan dengan intensitas tinggi masih berlangsung.

Masih di Provinsi Jawa Timur, kondisi kontras terjadi di Kabupaten Bondowoso. Di tengah tingginya curah hujan di beberapa wilayah, kekeringan justru melanda Desa Klekean, Kecamatan Botolinggo. Kekeringan disebabkan menurunnya intensitas curah hujan dalam beberapa waktu terakhir sehingga lahan persawahan kekurangan pasokan air dan mengalami pengeringan.

Kondisi tersebut berdampak pada 149 KK. Sebagai langkah respons cepat, BPBD Kabupaten Bondowoso bersama pemerintah daerah telah menyalurkan bantuan air bersih kepada masyarakat terdampak.

BNPB mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi cuaca ekstrem selama musim hujan, serta kemungkinan terjadinya bencana geologi seperti gempabumi yang dapat terjadi sewaktu-waktu. Masyarakat juga diharapkan menyiapkan tas siaga bencana dan terus memantau informasi resmi dari BNPB, BPBD, dan BMKG sebagai langkah kesiapsiagaan.