Indonesia Bidik Peran Strategis di Industri Semikonduktor Global

0
58
Wamenkomdigi Nezar Patria menerima audiensi PT Sat Nusapersada Tbk di Kantor Kementerian Komdigi, Jakarta Pusat, Selasa (27/01/2026). (Foto: Komdigi)

(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah menyiapkan strategi agar industri teknologi nasional tidak berhenti pada aktivitas perakitan, melainkan mampu naik kelas melalui pengembangan industri semikonduktor bernilai tambah tinggi.

Kementerian Komunikasi dan Digital (Kemkomdigi) mendorong Indonesia untuk segera masuk ke rantai pasok global semikonduktor sebagai langkah realistis jangka pendek guna membuka peluang ekonomi baru sekaligus memperkuat daya saing industri nasional.

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital, Nezar Patria, menegaskan bahwa keterlibatan dalam rantai pasok global merupakan pintu awal membangun posisi tawar Indonesia di industri strategis tersebut. “Kita masuk dulu ke rantai pasok global, terutama pada komponen yang strategis. Dari situ daya tawar Indonesia akan tumbuh,” ujarnya usai audiensi dengan PT Sat Nusapersada Tbk di Kantor Kemkomdigi, Jakarta Pusat, Selasa (27/1/2026).

Nezar menilai Indonesia memiliki modal awal yang kuat, salah satunya cadangan pasir silika yang menjadi bahan baku utama silicon wafer untuk produksi chip semikonduktor. Permintaan silicon wafer global terus meningkat seiring pesatnya perkembangan industri kecerdasan artifisial (AI). “Kebutuhan silicon wafer sangat tinggi karena industri AI berkembang cepat. Ini momentum langka yang harus dimanfaatkan,” katanya.

Selain sumber daya alam, posisi geopolitik Indonesia yang relatif netral dinilai menjadi keunggulan dalam menarik mitra global. Pemerintah pun membuka peluang kerja sama internasional dengan penekanan pada alih teknologi. “Yang kita kejar adalah transfer teknologi. Jika hanya mengandalkan tenaga kerja, dampak jangka panjangnya terbatas,” tegasnya.

Untuk memperkuat ekosistem industri dalam negeri, Kemkomdigi juga menerapkan kebijakan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) minimal 35 persen bagi produk ponsel, komputer genggam, dan tablet. Kebijakan ini diharapkan mendorong tumbuhnya rantai pasok lokal serta meningkatkan kapasitas produksi nasional.

Melalui berbagai langkah tersebut, pemerintah menargetkan industri teknologi nasional mampu bertransformasi dari sekadar perakit menjadi bagian aktif dalam industri semikonduktor global, sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang lebih luas bagi masyarakat.