Kolaborasi Kemenperin–IKEA Lewat Teras Indonesia Dorong IKM Naik Kelas dan Perluas Akses Pasar

0
38
Teras Indonesia
DOK: IKEA

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) terus mendorong peningkatan daya saing serta perluasan akses pasar bagi industri kecil dan menengah (IKM) melalui kolaborasi strategis dengan PT Rumah Mebel Nusantara (IKEA Indonesia) dalam program Teras Indonesia. Meski belum genap satu tahun berjalan, program ini telah berhasil menjaring ratusan IKM yang lolos proses kurasi dan berkesempatan memasarkan produknya sebagai tenant di sejumlah gerai IKEA di Indonesia.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan, program Teras Indonesia merupakan bentuk kemitraan strategis yang memberikan dampak nyata bagi penguatan branding dan daya saing produk lokal IKM.

“Teras Indonesia merupakan kerja sama kemitraan strategis yang sangat diminati oleh banyak IKM. Capaian program ini cukup membanggakan karena Kemenperin terbuka terhadap berbagai bentuk kolaborasi guna mengangkat jenama produk lokal IKM agar dapat masuk ke ekosistem pasar industri yang lebih luas,” ujar Menperin dalam keterangannya, Jumat (30/1).

Kerja sama Kemenperin melalui Direktorat Jenderal Industri Kecil, Menengah, dan Aneka (Ditjen IKMA) dengan IKEA Indonesia diawali dengan penandatanganan Nota Kesepahaman pada 2 Desember 2024. Implementasi program dimulai pada 3 Maret 2025, dengan terpilihnya tujuh IKM binaan Ditjen IKMA untuk memamerkan sekaligus menjual produknya di toko IKEA Indonesia selama satu bulan.

Selain memperoleh fasilitas booth secara gratis di area Teras IKEA, para IKM terpilih juga mendapatkan eksposur yang lebih luas karena produknya dipajang di jaringan ritel furnitur global dengan basis pelanggan yang kuat, khususnya dari kalangan generasi muda yang adaptif terhadap tren.

Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 118 IKM lolos kurasi Teras IKEA, dengan 98 IKM di antaranya telah mengisi booth Teras IKEA yang tersebar di tujuh gerai IKEA Indonesia. Gerai tersebut meliputi IKEA Alam Sutera, IKEA Sentul City, IKEA Mal Taman Anggrek, IKEA Jakarta Garden City, IKEA Kota Baru Parahyangan Bandung, IKEA Ciputra Surabaya (batch tertentu), serta IKEA Bali.

Direktur Jenderal IKMA Reni Yanita mengungkapkan, peserta Teras IKEA mencatatkan capaian penjualan yang cukup menggembirakan. “Dalam program ini, IKM menyiapkan tenaga penjualan secara mandiri. IKEA tidak memberlakukan potongan pendapatan maupun memungut biaya apa pun, sehingga seluruh hasil transaksi menjadi milik IKM. Selain itu, para peserta juga mendapatkan pembekalan dan pelatihan agar produknya semakin menarik untuk dipasarkan,” jelas Reni.

Berdasarkan laporan transaksi selama tahun 2025, nilai penjualan dari IKM peserta Teras IKEA tercatat mencapai Rp936,99 juta, dengan kontribusi transaksi terbesar berasal dari peserta Teras Indonesia di gerai IKEA Alam Sutera, Tangerang.

Reni menambahkan, pada tahun 2026 program Teras IKEA akan kembali dilanjutkan dengan proses kurasi yang saat ini tengah berlangsung. Program ini direncanakan berjalan sepanjang tahun dengan pendaftaran yang dibuka setiap triwulan. “Pameran akan dilaksanakan selama satu bulan pada setiap batch,” ujarnya.

Sementara itu, Direktur Industri Kecil dan Menengah Kimia, Sandang, dan Kerajinan Budi Setiawan menilai, program Teras Indonesia memberikan manfaat signifikan bagi IKM, baik dari sisi perluasan pasar maupun peningkatan kualitas tampilan produk.

Selain membuka akses pasar yang lebih luas, peserta juga memperoleh pelatihan terkait pemanfaatan ruang pamer, tata letak produk, penentuan tema warna display, pengemasan, hingga penyusunan narasi cerita (storytelling) produk dan katalog.

“IKM memperoleh banyak perspektif baru dalam mengombinasikan berbagai elemen untuk meningkatkan nilai jual jenama, sehingga produknya semakin siap naik kelas dan menembus pasar yang lebih luas,” ujar Budi.

Salah satu peserta Teras IKEA, Liza Lestari dari IKM Kallama Art yang memproduksi aksesori berbahan tembaga dan bebatuan, mengaku program ini membuka peluang besar bagi pengembangan usahanya.

“Produk kami menjadi lebih dikenal. Hal ini memotivasi kami untuk terus berkembang, tidak hanya di ritel, tetapi juga berpeluang mengikuti pameran di hotel dan berbagai kanal lainnya,” ungkap Liza.