(Vibizmedia – Tanjung Alam, Sumbar) Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo meninjau langsung lokasi usulan pembangunan Sekolah Rakyat (SR) Tahap II di Tanjung Alam, Kabupaten Tanah Datar, Sumatera Barat, Kamis (29/1). Peninjauan tersebut dilakukan bersama Bupati Tanah Datar Eka Putra serta Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra.
Dalam kunjungan itu, Menteri Dody menjelaskan bahwa lokasi SR Tanjung Alam merupakan lahan baru yang diusulkan Pemerintah Kabupaten Tanah Datar sebagai pengganti lokasi sebelumnya. Meski dinilai lebih memenuhi syarat luasan, kondisi lahan yang cukup terjal menjadi tantangan yang harus ditangani sejak awal sebelum pembangunan dimulai.
“Lokasi ini baru diusulkan oleh Pak Bupati untuk menggantikan yang lama. Kemiringan lahannya cukup tajam, sehingga perlu penanganan terlebih dahulu. Masih ada kendala terkait penyediaan air minum dan listrik, tetapi itu bisa kita bantu dan kerjakan bersama,” ujar Menteri Dody.
Ia menegaskan, prioritas utama saat ini adalah penyelesaian aspek administrasi lahan, khususnya pendaftaran dan sertifikasi. Hal tersebut menjadi krusial mengingat karakteristik lahan yang memerlukan perencanaan teknis matang agar pembangunan dapat berjalan aman dan berkelanjutan.
“Yang paling penting sekarang adalah pendaftaran lahannya. Sampai saat ini sertifikatnya belum kami terima. Sambil menunggu itu, kami akan meminta tim Kementerian PU mulai bekerja untuk menyiapkan desain dan kebutuhan teknis lainnya,” tambahnya.
Bupati Tanah Datar Eka Putra menyampaikan bahwa pengusulan lokasi baru ini merupakan upaya untuk memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus menindaklanjuti arahan Presiden Prabowo Subianto terkait pembangunan Sekolah Rakyat. Ia menjelaskan, lokasi sebelumnya tidak memenuhi syarat luasan minimal, sementara lahan di Tanjung Alam memiliki luas sekitar 13,3 hektare.
“Ini dilakukan karena kebutuhan masyarakat dan arahan Presiden untuk pembangunan Sekolah Rakyat. Lokasi sebelumnya kurang dari ketentuan minimal 10 hektare, sedangkan lokasi ini memenuhi. Memang kondisi tanahnya miring, sehingga menjadi tugas kami untuk melakukan land clearing serta menyiapkan seluruh administrasi agar segera dapat disampaikan ke Kementerian PU dan Kementerian Sosial,” jelas Eka Putra.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Tanah Datar Anton Yondra mengapresiasi perhatian dan komitmen Kementerian PU terhadap pembangunan di daerahnya. Menurutnya, kunjungan Menteri PU membawa harapan besar bagi masyarakat Tanah Datar, khususnya di Tanjung Alam.
“Kami sangat berterima kasih kepada Menteri PU. Kunjungan ini menjadi harapan besar bagi masyarakat Tanah Datar terkait pembangunan infrastruktur ke depan. Ini sejalan dengan arahan Presiden Prabowo, dan kami benar-benar merasakan kehadiran dan perhatian pemerintah,” pungkas Anton.









