Si “Tongkat” Legendaris dari Prancis

0
35
Temukan baguette di toko makanan di Perancis (Foto: Lily Dorthy)

(Vibizmedia – Gaya Hidup) Jika Anda membayangkan sarapan di Paris, maka yang terbayang adalah seseorang berjalan kaki sambil menjepit roti panjang terbungkus kertas di bawah ketiaknya. Itulah Baguette. Roti ikonik yang bukan sekadar roti tapi merupakan  warisan budaya dunia yang telah diakui UNESCO.

Apa Itu Baguette?

Secara harfiah, baguette berarti “tongkat” atau “batang”. Roti ini memiliki ciri khas yang sangat kontras, yaitu memiliki tekstur luar yang sangat renyah (crusty) dengan bagian dalam yang lembut, kenyal, dan berpori besar.

Rahasia di Balik Kesederhanaannya

Keunikan baguette sebenarnya terletak pada kesederhanaannya. Menurut hukum di Prancis, baguette tradisional hanya boleh dibuat dari empat bahan utama yaitu :tepung terigu, air, garam dan ragi. Tidak ada pengawet, tidak ada susu, dan tidak ada mentega. Inilah mengapa baguette terbaik biasanya hanya bertahan selama satu hari sebelum menjadi keras, karena ia dibuat segar setiap pagi oleh para boulanger (pembuat roti).

Menikmati Baguette (roti panjang khas Prancis) adalah sebuah seni sederhana yang menggabungkan tekstur renyah di luar (la croûte) dan kelembutan di dalam (la mie).

OrangPrancis punya aturan tak tertulis tentang cara terbaik menyantap roti ikonik ini.

Fakta Menarik: Si Panjang yang Mendunia

Pada tahun 2022, keterampilan pengrajin dan budaya roti baguette resmi masuk dalam daftar Warisan Budaya Takbenda UNESCO.

Baguette biasanya memiliki diameter sekitar 5-6 cm, namun panjangnya bisa mencapai 65 cm hingga 1 meter. Orang Prancis jarang memotong baguette dengan pisau di meja makan; mereka lebih suka menyobeknya langsung dengan tangan.

Berikut adalah panduan cara menikmati baguette layaknya penduduk lokal di Marseille atau
Paris:

Cara Memotong yang Benar
Jangan gunakan pisau mentega biasa. Gunakan pisau roti bergerigi agar roti tidak kempes saat dipotong.
Lakukan potongan klasik, yaitu memotong secara diagonal (serong) untuk mendapatkan permukaan yang lebih luas, cocok untuk olesan.
Jika ingin Gaya Tradisional maka di meja makan rumah, banyak orang Prancis yang cukup menyobeknya dengan tangan daripada memotongnya rapi.

Pendamping Klasik (The Perfect Pairs)
Baguette sangat fleksibel. Anda bisa menikmatinya dalam berbagai suasana.
Anda bisa menikmati saat sarapan (Le Petit Déjeuner). Baguette dipotong memanjang, oleskan mentega berkualitas (beurre) dan selai (confiture). Celupkan ujungnya ke dalam kopi atau cokelat panas.  Jangan lupa menikmati dengan keju. Ini adalah pasangan wajib. Nikmati potongan baguette dengan keju Brie, Camembert, atau keju keras seperti Comté. Tidak lupa sajikan dengan irisan daging asap (Charcuterie), salami, atau pâté.

Teknik “Saucer” (Membersihkan Piring)
Jika Anda makan di restoran atau rumah orang Prancis, Anda mungkin akan melihat mereka menggunakan sobekan kecil baguette untuk menyeka sisa saus di piring setelah makanan utama habis. Ini dianggap sebagai pujian bagi koki karena sausnya sangat enak hingga tidak boleh tersisa!

Menjadikan Sandwich (Le Casse-Croûte)
Salah satu cara paling populer adalah membuat Jambon-Beurre. Caranya adalah  dengan membelah baguette secara memanjang. Lalu oleskan mentega dalam jumlah banyak (mentega Prancis biasanya sedikit asin). Isi dengan irisan ham tipis berkualitas. Menu yang sederhana, tapi ini adalah makanan makan siang paling legendaris di Prancis.

Tips Agar Tetap Enak
• Jangan Disimpan di Kulkas: Baguette akan cepat mengeras dan kehilangan teksturnya. Simpan dalam kantong kertas di suhu ruang.
• Cara “menghidupkan” Roti Layu: Jika baguette sudah agak keras, percikkan sedikit air di
kulitnya, lalu masukkan ke oven suhu 180°C selama 5 menit. Roti akan kembali garing seperti baru keluar dari toko roti.

Bagaimana menurut Anda? Apakah Anda lebih suka menikmati baguette sebagai teman
makan sup hangat, atau ingin isian sandwich baguette yang lebih kekinian?

Baguette di toko makanan di Perancie (Foto: Lily Dorthy)