(Vibizmedia – Jakarta) Sebagai wujud komitmen memperkuat konektivitas sistem pembayaran lintas negara, Bank Indonesia (BI) resmi bergabung dalam proyek Nexus. Keikutsertaan ini menandai langkah strategis Indonesia dalam pengembangan infrastruktur pembayaran antarnegara yang lebih efisien dan terjangkau.
BI akan mempersiapkan dan mengimplementasikan Nexus bersama lima bank sentral lainnya, yakni Bank Negara Malaysia (BNM), Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP), Monetary Authority of Singapore (MAS), Bank of Thailand (BOT), dan Reserve Bank of India (RBI).
Dalam siaran pers yang dirilis Senin (2/2/2026), Gubernur BI Perry Warjiyo menyampaikan bahwa partisipasi Indonesia dalam Nexus bertujuan menghadirkan solusi pembayaran lintas negara yang lebih cepat, efisien, dan berbiaya rendah bagi masyarakat serta dunia usaha.
“Indonesia merupakan salah satu koridor remitansi terbesar di dunia, baik sebagai negara asal pekerja migran maupun sebagai penerima remitansi. Integrasi sistem pembayaran lintas negara yang semakin mulus juga akan memperkuat hubungan ekonomi dan perdagangan Indonesia dengan negara-negara kawasan,” ujar Perry.
Proyek Nexus merupakan inisiatif Bank for International Settlements (BIS) yang diluncurkan pada 2021 untuk menghubungkan berbagai sistem pembayaran instan domestik (Instant Payment Systems/IPS) antarnegara. Pada 2025, proyek ini memasuki tahap implementasi melalui pembentukan Nexus Global Payments (NGP) oleh sejumlah bank sentral.
Perry menjelaskan, BI yang sebelumnya berperan sebagai special observer kini berkomitmen menjadi anggota penuh Nexus, sekaligus mengembangkan sistem pembayaran instan nasional, BI-FAST, agar dapat terhubung dengan jaringan Nexus.
Konektivitas BI-FAST dengan Nexus diharapkan meningkatkan efisiensi, keterjangkauan, dan kecepatan transaksi lintas negara, serta memperluas inklusi keuangan. Dalam pelaksanaannya, BI memastikan kepentingan nasional tetap terjaga, termasuk kedaulatan sistem pembayaran dan proses kliring serta setelmen transaksi domestik yang tetap dilakukan di dalam negeri.
Inisiatif ini merupakan bagian dari Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (BSPI) 2030 dan sejalan dengan agenda Regional Payment Connectivity ASEAN yang dicanangkan pada 2022. Penguatan konektivitas pembayaran lintas negara tersebut diharapkan mampu mendorong pertumbuhan ekonomi, memperluas inklusi keuangan, serta mendukung pembangunan berkelanjutan.
“Sinergi BI dan NGP sejalan dengan agenda reformasi pembayaran lintas negara G20. Ke depan, BI akan terus memperluas jaringan pembayaran internasional melalui penguatan kolaborasi dengan bank sentral dan otoritas terkait di berbagai yurisdiksi,” pungkas Perry.









