Investasi USD 6 Miliar, PLN Sokong Percepatan Industri Baterai Terintegrasi Indonesia

0
53
Penguatan industri baterai terintegrasi menjadi fondasi penting bagi pengembangan ekosistem kendaraan listrik nasional berbasis produksi dalam negeri. (Foto: PLN)

(Vibizmedia – Jakarta) PT PLN (Persero) sebagai salah satu pemegang saham PT Industri Baterai Indonesia atau Indonesia Battery Corporation (IBC) menyatakan dukungan penuh terhadap kolaborasi strategis IBC dengan mitra global guna mempercepat pengembangan industri baterai terintegrasi dari hulu hingga hilir di Indonesia.

Komitmen tersebut ditandai dengan penandatanganan framework agreement antara IBC, PT Aneka Tambang Tbk. (ANTAM), dan Konsorsium HYD Investment Limited (HYD) yang dilaksanakan di Jakarta, Jumat (30/1).

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia menegaskan bahwa kerja sama ini menjadi momentum penting dalam percepatan program hilirisasi nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto. Proyek strategis tersebut memiliki nilai investasi sekitar USD 6 miliar dengan target kapasitas produksi baterai listrik mencapai 20 gigawatt hour (GWh) serta berpotensi menciptakan sekitar 10 ribu lapangan kerja baru.

Bahlil menekankan bahwa pengelolaan sumber daya alam harus mengutamakan kepentingan nasional, termasuk memaksimalkan peran perusahaan dan tenaga kerja dalam negeri. Ia juga menyoroti pentingnya keterlibatan industri lokal dalam pengembangan ekosistem baterai dan katoda di Jawa Barat, serta pembangunan tambang, smelter, dan fasilitas hilirisasi di Halmahera Timur, Maluku Utara.

Selain mendukung pengembangan kendaraan listrik, proyek ini juga dirancang untuk memperkuat pembangkit listrik berbasis energi hijau, termasuk penyediaan baterai bagi program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) berkapasitas 100 gigawatt (GW).

Direktur Utama IBC, Aditya Farhan Arif, menjelaskan bahwa penandatanganan framework agreement merupakan tahap awal dalam perjalanan strategis pengembangan industri baterai nasional terintegrasi. Kerja sama ini tidak hanya berorientasi pada investasi, tetapi juga pada penguasaan teknologi, transfer pengetahuan, serta penguatan kapasitas industri dalam negeri guna mendukung agenda transisi energi Indonesia.

Ke depan, proyek akan memasuki tahap joint feasibility study yang mencakup kajian menyeluruh sebelum dilanjutkan dengan perjanjian definitif. IBC, ANTAM, dan Konsorsium HYD berkomitmen memastikan seluruh tahapan pengembangan berjalan sesuai prinsip tata kelola yang baik dan kepentingan strategis nasional.

Sementara itu, Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo menyatakan bahwa pengembangan industri baterai terintegrasi merupakan elemen kunci dalam memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional sekaligus sistem ketenagalistrikan. Menurutnya, penguatan industri baterai dalam negeri akan mendukung optimalisasi energi terbarukan, mempercepat adopsi kendaraan listrik, serta meningkatkan ketahanan pasokan energi nasional.