Neraca Perdagangan Indonesia 2025 Surplus US$41,05 Miliar, Ekspor Industri Menguat

0
51
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan surplus sepanjang periode Januari-Desember 2025 ditopang oleh surplus komoditas nonmigas sebesar US$60,75 miliar. Foto: Tangkapan Layar Youtube BPS

(Vibizmedia – Jakarta) Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan kinerja neraca perdagangan Indonesia sepanjang 2025 tetap berada pada tren positif. Secara kumulatif selama periode Januari hingga Desember 2025, neraca perdagangan mencatat surplus sebesar US$41,05 miliar, meningkat US$9,72 miliar dibandingkan periode yang sama pada 2024.

Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono menjelaskan bahwa surplus tersebut terutama ditopang oleh kinerja perdagangan komoditas nonmigas yang mencatat surplus US$60,75 miliar. Sementara itu, komoditas migas masih mengalami defisit sebesar US$19,70 miliar.

Dari sisi kinerja ekspor, nilai ekspor kumulatif Indonesia sepanjang 2025 meningkat 6,15 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan ini terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang mencatat nilai ekspor sebesar US$227,10 miliar atau tumbuh 14,47 persen.

BPS juga mencatat tiga negara tujuan utama ekspor Indonesia sepanjang 2025. Tiongkok tetap menjadi pasar terbesar dengan nilai ekspor mencapai US$64,82 miliar atau berkontribusi 24,02 persen, disusul Amerika Serikat sebesar US$30,96 miliar (11,47 persen), dan India sebesar US$18,32 miliar (6,79 persen).

Ateng menambahkan, ekspor nonmigas ke Tiongkok didominasi oleh komoditas besi dan baja, bahan bakar mineral, serta nikel dan produk turunannya. Sementara ekspor ke Amerika Serikat terutama berasal dari mesin dan perlengkapan elektrik beserta bagiannya, pakaian dan aksesoris rajutan, serta alas kaki.