(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif Irene Umar membahas peluang kolaborasi antara industri esports dan pelaku ekonomi kreatif bersama Alter Ego Esports dan ONIC Esports. Diskusi mencakup pengembangan intellectual property (IP), kolaborasi jenama, serta penguatan merchandising berbasis lokal.
“Esports bukan hanya soal podium, tetapi juga perjalanan panjang di baliknya. Melalui ekonomi kreatif, kami ingin membantu tim dan atlet membangun branding, personal branding, serta kesiapan pascakarier agar tetap produktif dan berdaya secara ekonomi,” ujar Wamen Ekraf Irene dalam audiensi di Autograph Tower, Jakarta, Selasa (3/2/2026).
Dalam kesempatan tersebut, Wamen Ekraf Irene turut mengapresiasi prestasi tim esports Indonesia di tingkat internasional, termasuk performa pada ajang M7 World Championship. Ia menekankan pentingnya penguatan kapasitas atlet dan keberlanjutan karier sebagai bagian dari ekosistem ekonomi kreatif jangka panjang. Selain itu, Irene juga menyoroti peluang kolaborasi merchandising dengan brand dan produsen lokal, serta peningkatan literasi komunikasi dan branding untuk memperkuat ekosistem esports nasional.
Indonesia Business Development & Partnership Lead Moonton Indonesia, Dini Hapsari, menyampaikan bahwa Indonesia merupakan salah satu pasar esports terbesar di dunia dengan basis penggemar dan prestasi yang kuat. Ia menilai kolaborasi lintas subsektor bersama Kementerian Ekraf berpotensi dikembangkan, mulai dari penguatan talenta melalui Career Fest, pengembangan IP, hingga produk kreatif berbasis esports.
“Indonesia adalah pasar terbesar Mobile Legends. Prestasi tim esports Indonesia sangat menonjol, dengan jumlah pemain profesional yang bahkan melampaui negara lain. Setiap kali tim Indonesia bertanding, perhatian publik global tertuju pada mereka,” ujar Dini.
Direktur Pemasaran dan Pengembangan Bisnis Alter Ego Esports, Rheinhard Brain, menegaskan peran tim esports sebagai penghubung antara brand dan komunitas penggemar. “Melalui konten, IP, dan merchandise, kami ingin memperkaya ekosistem esports sekaligus membuka peluang kolaborasi yang berdampak, termasuk dengan brand lokal,” jelasnya.
Senada dengan itu, CEO ONIC Esports Justin Widjaja menyatakan kesiapan ONIC untuk berkolaborasi secara kreatif dan memperluas jangkauan ke pasar global. “ONIC adalah produk Indonesia, tetapi kami juga berambisi untuk go international dan terbuka terhadap berbagai ide kolaborasi yang relevan dengan generasi muda,” ungkap Justin.
Menutup audiensi, Wamen Ekraf Irene menegaskan komitmen Kementerian Ekraf untuk menjadi penghubung antara tim esports, pelaku ekonomi kreatif, dan brand agar kolaborasi yang terbangun berkelanjutan dan berdampak luas.
“Esports merupakan bagian penting dari ekosistem ekonomi kreatif. Dengan penguatan branding, kolaborasi, dan kapasitas talenta, esports dapat terus tumbuh sebagai mesin pertumbuhan baru,” pungkas Irene.
Audiensi tersebut turut dihadiri Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Direktur Gim Luat Sihombing, serta perwakilan Moonton Games Indonesia, Alter Ego Esports, ONIC Esports, dan para atlet esports.









