Indonesia–Australia Teken Traktat Keamanan Bersama, Perkuat Stabilitas Indo-Pasifik

0
27
PM Australia
Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto menerima kunjungan kerja Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese di Istana Merdeka, Jakarta, pada Jumat, 6 Februari 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri (PM) Australia Anthony Albanese menegaskan komitmen untuk memperkuat kemitraan strategis kedua negara melalui penandatanganan Traktat Keamanan Bersama. Penandatanganan tersebut diumumkan dalam keterangan pers bersama di Istana Merdeka, Jakarta, Jumat (6/2/2026).

Presiden Prabowo menyatakan bahwa perjanjian keamanan tersebut mencerminkan tekad Indonesia dan Australia untuk bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing sekaligus berkontribusi terhadap perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik.

“Perjanjian keamanan bersama ini mencerminkan tekad kedua negara untuk terus bekerja sama secara erat dalam menjaga keamanan nasional masing-masing, serta berkontribusi nyata bagi perdamaian dan stabilitas kawasan Indo-Pasifik. Bagi Indonesia, hal ini mencerminkan komitmen teguh terhadap prinsip bertetangga baik dan kebijakan luar negeri kita yang bebas aktif,” ujar Presiden Prabowo.

Menurut Presiden, kedekatan geografis Indonesia dan Australia menjadikan kedua negara memiliki tanggung jawab untuk membangun hubungan yang dilandasi saling percaya dan itikad baik. Ia menegaskan bahwa Indonesia ingin menjalin persahabatan dengan semua pihak dan tidak memiliki musuh.

“Indonesia ingin bersahabat dengan semua pihak dan kita tidak ingin punya musuh manapun. Untuk itu, kami meyakini bahwa perjanjian ini akan menjadi salah satu pilar penting bagi stabilitas dan kerja sama di kawasan kita,” lanjutnya.

Sementara itu, PM Albanese menyebut penandatanganan traktat ini sebagai kelanjutan dari proses panjang yang dimulai sejak pertemuan bilateral di Sydney pada November tahun lalu. Ia menilai perjanjian tersebut dibangun di atas fondasi kerja sama pertahanan yang telah berlangsung selama tiga dekade.

“Perjanjian ini mencerminkan persahabatan yang erat, kemitraan, dan kepercayaan yang mendalam antara kedua negara kita di bawah kemitraan strategis komprehensif kita,” kata Albanese.

Ia menambahkan bahwa penandatanganan perjanjian ini menjadi momen bersejarah dalam hubungan kedua negara dan menunjukkan bahwa kerja sama merupakan cara terbaik untuk menjaga perdamaian kawasan.

PM Albanese juga menyoroti sejumlah inisiatif baru dalam kerja sama pertahanan, termasuk rencana pembentukan posisi bagi perwira senior Indonesia di Angkatan Pertahanan Australia, pengembangan fasilitas pelatihan pertahanan bersama, serta perluasan pertukaran pendidikan militer.

Menurutnya, langkah-langkah tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan dan ambisi strategis kedua negara dalam memperdalam kerja sama keamanan dan pertahanan.