Kemenekraf Dorong Penguatan IP Lokal Anak dan Keamanan Konten Digital

0
45
Foto: Kemenekraf

(Vibizmedia – Jakarta) Wakil Menteri Ekonomi Kreatif/Wakil Kepala Badan Ekonomi Kreatif, Irene Umar, menerima audiensi PT IOTA Kreatif Media di Autograph Tower, Jakarta, Rabu (4/2). Pertemuan tersebut membahas pengembangan platform digital anak berbasis budaya lokal, penguatan intellectual property (IP), serta tata kelola keamanan konten anak dalam mendukung ekosistem ekonomi kreatif digital yang berkelanjutan.

Dalam audiensi itu, Irene menekankan pentingnya arah pengembangan IP lokal yang jelas dan terukur sejak tahap awal. Ia menilai keberlanjutan IP tidak hanya bergantung pada kreativitas, tetapi juga pada kesiapan model bisnis yang matang. “Aspek monetisasi perlu dirancang sejak awal agar pengembangan IP dapat berkelanjutan dan tidak terhenti di tengah jalan. Penguatan IP lokal bisa dilakukan bertahap, termasuk melalui kolaborasi dengan IP yang telah dikenal, sambil membangun fondasi kuat bagi lahirnya IP baru,” ujarnya.

Irene juga menyoroti pentingnya kualitas pengembangan dan tata kelola konten pada platform digital anak. Menurutnya, pengembangan harus dilakukan secara cermat dan efisien, tidak semata mengejar daya tarik awal. Konten anak, kata dia, harus aman, terkurasi, serta melibatkan tenaga ahli, termasuk ahli budaya, agar pesan yang disampaikan tetap akurat dan bertanggung jawab.

Audiensi tersebut turut membahas pengembangan platform Nusa Tara dan IOTA Kids sebagai sarana edukasi dan edutainment bagi anak usia PAUD hingga sekolah dasar. Platform ini dirancang untuk mendukung Gerakan Literasi Sekolah serta implementasi Kurikulum Merdeka.

Chief Operating Officer PT IOTA Kreatif Media, Ratna Yoes, menjelaskan bahwa Nusa Tara dikembangkan sebagai platform pembelajaran interaktif yang memperkuat IP lokal anak melalui pendekatan cerita dan karakter yang dekat dengan kehidupan sehari-hari. Ia berharap dukungan Kementerian Ekonomi Kreatif, khususnya dalam bentuk fasilitasi jejaring, eksposur, serta pelibatan dalam berbagai program dan event ekonomi kreatif, agar IP lokal anak dapat tumbuh dan memiliki daya saing.

Ratna menambahkan, konten Nusa Tara dikemas melalui cerita rakyat yang dipadukan dengan karakter IP dan fitur interaktif. Platform ini juga diarahkan untuk menghasilkan data terukur sebagai dasar penguatan bisnis IP serta masukan bagi pengembangan industri kreatif anak ke depan.

Sejalan dengan itu, Direktur Gim Kementerian Ekonomi Kreatif, Luat Sihombing, menilai inisiatif tersebut perlu ditindaklanjuti dengan perencanaan teknis yang terstruktur agar dapat diimplementasikan secara optimal dan berkelanjutan. Ia menekankan pentingnya kejelasan segmentasi pengguna dan tahapan pengembangan.

Sementara dari sisi keamanan konten, Chief Product Officer PT IOTA Kreatif Media, Gunawan Wibisono, menyampaikan bahwa perusahaan telah menerapkan standar ketat dalam pengelolaan konten anak, mulai dari tahap produksi hingga penayangan. Setiap konten melalui proses kurasi berlapis dan dilengkapi dengan fitur kontrol orang tua guna memastikan akses anak tetap aman.

Audiensi ini sejalan dengan komitmen Kementerian Ekonomi Kreatif untuk memperkuat ekosistem ekonomi kreatif digital sebagai *new engine of growth* melalui kolaborasi lintas sektor, penguatan IP lokal, serta pengembangan subsektor ekonomi kreatif seperti gim, aplikasi digital, konten interaktif, dan edutainment berbasis budaya yang aman, edukatif, dan berdaya saing.