OJK Nilai Program Pemerintah Dorong Pertumbuhan Ekonomi Nasional

0
53
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi memberikan sambutan pada acara Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026). (Foto: InfoPublik.id)

(Vibizmedia – Jakarta) Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengapresiasi langkah Presiden Prabowo Subianto yang menggulirkan berbagai program prioritas untuk mendorong pergerakan perekonomian nasional.

“Terima kasih Bapak Presiden atas program-program prioritasnya. Berbagai kebijakan pemerintah yang telah berjalan terbukti menjadi motor penggerak perekonomian,” ujar Friderica dalam sambutannya pada Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 di Jakarta, Kamis (5/2/2026).

Friderica menilai, implementasi program prioritas pemerintah telah menghasilkan kinerja pertumbuhan ekonomi yang solid. Ia mengutip data Badan Pusat Statistik (BPS) yang mencatat pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2025 mencapai 5,11 persen, lebih tinggi dibandingkan capaian tahun 2024 sebesar 5,03 persen (c-to-c).

Sebelumnya, BPS melaporkan bahwa perekonomian Indonesia pada 2025 berdasarkan Produk Domestik Bruto (PDB) atas dasar harga berlaku mencapai Rp23.821,1 triliun, dengan PDB per kapita Rp83,7 juta atau setara USD 5.083,4.

Dari sisi produksi, lapangan usaha jasa lainnya mencatat pertumbuhan tertinggi sepanjang 2025 sebesar 9,93 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, komponen ekspor barang dan jasa tumbuh paling tinggi, yakni 7,03 persen.

BPS juga mencatat, ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 tumbuh 5,39 persen secara tahunan (year-on-year). Dari sisi produksi, lapangan usaha transportasi dan pergudangan mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 8,98 persen, sedangkan dari sisi pengeluaran, Pembentukan Modal Tetap Bruto (PMTB) mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 6,12 persen.

Secara kuartalan, ekonomi Indonesia pada triwulan IV-2025 tumbuh 0,86 persen dibandingkan triwulan III-2025 (quarter-to-quarter). Dari sisi produksi, lapangan usaha administrasi pemerintahan, pertahanan, dan jaminan sosial wajib mencatat pertumbuhan tertinggi sebesar 13,59 persen. Sementara dari sisi pengeluaran, konsumsi pemerintah tumbuh paling tinggi, mencapai 37,68 persen.

Sepanjang tahun 2025, kelompok provinsi di Pulau Jawa masih mendominasi perekonomian nasional secara spasial dengan kontribusi sebesar 56,93 persen terhadap total ekonomi Indonesia dan mencatat pertumbuhan 5,30 persen (c-to-c).