
(Vibizmedia – Jakarta) Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi meluncurkan Taksonomi untuk Keuangan Berkelanjutan Indonesia (TKBI) versi ketiga (v.3) sebagai upaya mendorong transisi menuju nol emisi karbon pada sektor pertanian dan kehutanan, sektor manufaktur, serta sektor pengolahan limbah.
Peluncuran TKBI v.3 tersebut dilakukan dalam rangkaian Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026 yang digelar di Jakarta, Kamis malam (5/2/2026).
Pejabat Sementara (Pjs) Ketua Dewan Komisioner OJK, Friderica Widyasari, menjelaskan bahwa TKBI merupakan salah satu instrumen penting OJK dalam menghadirkan bridging policy atau kebijakan yang menjembatani proses transisi menuju industri jasa keuangan yang berkelanjutan.
Menurut Friderica, OJK berkomitmen menjaga ketahanan sektor jasa keuangan (SJK) agar tetap resilien sekaligus mampu memberikan kontribusi yang lebih optimal terhadap pertumbuhan ekonomi nasional. Untuk tahun 2026, OJK menetapkan tiga kebijakan prioritas, yakni penguatan ketahanan sektor jasa keuangan, pengembangan ekosistem SJK yang kontributif, serta pendalaman pasar keuangan dan pengembangan keuangan berkelanjuta*.
Ia menambahkan, sebagai bentuk dukungan terhadap komitmen Pemerintah dalam mencapai Net Zero Emission (NZE) nasional, OJK meluncurkan TKBI v.3 sebagai versi lengkap yang dilengkapi dengan Taxonomy Navigator guna memudahkan implementasi di sektor keuangan.
Dengan peluncuran TKBI v.3, OJK berharap proses transisi sektor keuangan menuju target nol emisi karbon pada 2060 dapat berlangsung lebih cepat dan terarah.
Selain mencakup sektor pertanian dan kehutanan, manufaktur, serta pengolahan limbah, TKBI v.3 juga akan menyasar dua enabling sector atau sektor pendukung yang memiliki daya ungkit tinggi, yaitu sektor informasi dan komunikasi, serta sektor profesional, ilmiah, dan kegiatan teknis (professional, scientific and technical activities).








