Radar Cuaca Non-Polarimetrik Buatan Lokal Siap Perkuat Peringatan Dini

0
79
BMKG mengembangkan radar cuaca non-polarimetrik karya inovator dalam negeri. (Foto: BMKG)

(Vibizmedia – Jakarta) Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) terus memperkuat sistem mitigasi bencana hidrometeorologi nasional melalui pengembangan radar cuaca non-polarimetrik buatan dalam negeri. Inovasi ini ditujukan untuk menjangkau wilayah blank spot yang selama ini belum tercover radar cuaca operasional di sejumlah daerah Indonesia.

Pengembangan radar tersebut didukung pendanaan dari program Riset Inovasi Produktif (RISPRO) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Perangkat radar ini bersifat mobile, sehingga dapat dipasang secara fleksibel di lokasi-lokasi strategis, terutama di wilayah rawan bencana hidrometeorologi.

Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani, saat melakukan kunjungan kerja ke lokasi riset di Yogyakarta, menekankan pentingnya aspek keselamatan operasional serta perlindungan hukum terhadap inovasi tersebut. Hal itu disampaikan dalam keterangan resmi BMKG yang dikutip Minggu (8/2/2026).

“Pengembangan radar ini harus mengedepankan keselamatan operasional dan didukung dasar hukum yang kuat melalui paten, agar pemanfaatannya fleksibel dan berkelanjutan,” ujarnya.

Menurutnya, perlindungan paten yang bersifat universal diperlukan agar teknologi ini dapat terus dikembangkan serta diintegrasikan ke berbagai produk turunan di masa mendatang.

Riset radar cuaca non-polarimetrik ini telah berlangsung sejak 2020 melalui kolaborasi antara BMKG, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), serta mitra industri PT Solusi 247. Sinergi tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian teknologi nasional dengan capaian Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang tinggi.

BMKG menegaskan bahwa radar ini tidak menggantikan sistem radar cuaca yang telah ada, melainkan berfungsi sebagai instrumen pendukung yang menyediakan informasi cuaca secara real-time bagi masyarakat dan pemerintah daerah.

Ke depan, setelah melalui proses sertifikasi dan standardisasi, BMKG akan mendorong hilirisasi dan komersialisasi produk agar dapat dimanfaatkan secara luas, termasuk dalam memperkuat sistem peringatan dini bencana di daerah.

Pengembangan radar cuaca non-polarimetrik ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat kedaulatan teknologi nasional di tengah tantangan perubahan iklim dan meningkatnya cuaca ekstrem. Inovasi tersebut sekaligus menunjukkan kemampuan talenta lokal dalam menghadirkan solusi teknologi yang berdampak langsung pada keselamatan publik.