Realisasi Investasi Tembus Rp1 Triliun, KEK ETKI BSD Kian Diperkuat

0
49
Gubernur Banten Andra Soni membuka seminar 'Menakar Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru' di BSD City, Tangerang, Banten, Sabtu (7/2/2026). (Foto: Istimewa)

(Vibizmedia – Tangerang, Banten) Dalam rangkaian peringatan Hari Pers Nasional (HPN) 2026, digelar seminar bertajuk “Menakar Daya Ungkit KEK ETKI BSD sebagai Kutub Pertumbuhan Ekonomi Baru”. Kegiatan ini menjadi forum strategis yang diselenggarakan oleh Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Banten, seiring pelaksanaan HPN 2026 yang tahun ini dipusatkan di Provinsi Banten.

Seminar yang berlangsung di kawasan Bumi Serpong Damai (BSD), Tangerang, Banten, pada Sabtu (7/2/2026) tersebut bertujuan menghimpun data, pandangan, serta masukan dari para pakar dan narasumber guna mengkaji sekaligus memperkuat peran Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Edukasi, Teknologi, dan Kesehatan Internasional (ETKI) BSD sebagai pusat pertumbuhan ekonomi berbasis pendidikan dan teknologi.

Gubernur Banten Andra Soni dalam sambutannya menyampaikan bahwa KEK ETKI BSD merupakan KEK terbaru di Provinsi Banten yang ditetapkan melalui Peraturan Pemerintah Nomor 38 Tahun 2024. KEK ini mengintegrasikan sektor pendidikan, teknologi, dan kesehatan dalam satu ekosistem berbasis pengetahuan, serta diproyeksikan menjadi pusat inovasi dan investasi yang mendorong transformasi ekonomi Banten.

Hingga Januari 2026, realisasi investasi di KEK ETKI BSD telah mencapai sekitar Rp1,08 triliun, dengan target jangka panjang sebesar Rp18,8 triliun dan penyerapan tenaga kerja awal sebanyak 432 orang. Andra Soni menambahkan, per Desember 2025 kawasan ini telah memiliki kawasan pabean yang mempermudah impor peralatan teknologi dan medis, sekaligus menjadi tonggak peralihan menuju ekosistem ekonomi digital berbasis pengetahuan.

“KEK ETKI BSD tidak hanya diproyeksikan sebagai pusat inovasi, tetapi juga sebagai pengungkit utama yang memperkuat sektor edukasi, teknologi, dan kesehatan internasional, sehingga menimbulkan efek berganda bagi pertumbuhan ekonomi regional maupun nasional,” ujar Andra Soni.

Ke depan, Pemerintah Provinsi Banten berkomitmen terus mendukung pengembangan KEK ETKI BSD melalui penyediaan infrastruktur dan utilitas kawasan yang andal. Dari sisi regulasi, pemerintah juga mendorong penyederhanaan perizinan, dukungan kebijakan fiskal pro-investasi, sinkronisasi tata ruang, penguatan sistem transportasi terintegrasi, serta kolaborasi lintas sektor dan antarwilayah demi pertumbuhan ekonomi yang inklusif.

Dalam seminar tersebut, turut disampaikan dukungan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai (DJBC) Kementerian Keuangan terhadap pengembangan KEK ETKI BSD. DJBC menjalankan perannya sebagai trade facilitator dan community protector melalui pemberian insentif fiskal serta pengawasan lalu lintas barang keluar-masuk KEK guna memastikan praktik perdagangan yang sehat.

Dampak Signifikan Penetapan KEK

Pada kesempatan yang sama, Plt. Sekretaris Jenderal Dewan Nasional KEK, Rizal Edwin Manansang, memaparkan hasil kajian Australia Indonesia Partnership for Economic Development (Prospera) pada November 2025. Kajian tersebut menunjukkan bahwa penetapan KEK memberikan dampak ekonomi positif yang signifikan, dengan tambahan investasi tahunan rata-rata sebesar Rp1,64 triliun dan penciptaan 91.342 lapangan kerja baru per kota. Investasi asing tercatat meningkat hampir 69 persen, menjadikan KEK sebagai magnet investasi global.

Rizal menjelaskan bahwa peningkatan investasi tersebut didorong kuat oleh Penanaman Modal Asing (PMA) yang mencatat kenaikan bersih sekitar Rp1,31 triliun. Selain itu, penetapan KEK juga menghasilkan peningkatan signifikan tenaga kerja langsung, dengan distribusi yang relatif seimbang antara proyek domestik dan asing.

Rizal turut memaparkan sejumlah contoh keberhasilan KEK di berbagai daerah, antara lain:

KEK Gresik, dengan beroperasinya smelter terbesar di dunia milik PT Freeport Indonesia yang menghasilkan emas hingga 52 ton per tahun.
KEK Kendal, yang mendukung ekosistem kendaraan listrik melalui pabrik anoda baterai berkapasitas 80.000 ton per tahun.
KEK Sei Mangkei, sebagai pusat hilirisasi industri sawit nasional dengan investasi Rp6,5 triliun dan nilai ekspor Rp2,7 triliun pada 2024.
KEK Singhasari, di sektor pendidikan internasional dengan kehadiran kampus King’s College London dan Queen Mary University of London.
KEK Nongsa, yang menarik investasi data center global senilai Rp5,8 triliun.
KEK Galang Batang, dengan ekspor Smelter Grade Alumina berkapasitas hingga 2 juta ton per tahun.
Two Countries Twin Parks (TCTP) Indonesia–Tiongkok, untuk pengembangan KEK Industropolis Batang dengan rencana investasi USD3,6 miliar.
KEK Kesehatan Sanur, dengan realisasi investasi Rp5,2 triliun dan potensi penghematan devisa hingga Rp86 triliun.