Menko PMK Pratikno Dorong Industri Digital Bangun SDM Unggul dan Aman di Era Digital

0
55
Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno dalam acara Safer Internet Day 2026: Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI di Kantor KemenKoPMK, Selasa (10/2/2026). (Foto: Infopublik/Igid)

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) Pratikno menekankan pentingnya peran industri digital dalam mendukung pembangunan sumber daya manusia (SDM) unggul, sekaligus memastikan keamanan pemanfaatan teknologi bagi anak dan keluarga Indonesia.

Ia menyampaikan bahwa mandat Presiden Prabowo Subianto menegaskan pembangunan SDM unggul dan tangguh harus bertumpu pada fondasi kesehatan yang menyeluruh, penguatan kompetensi, serta kontribusi nyata bagi bangsa. Aspek kesehatan yang dimaksud tidak hanya mencakup fisik, tetapi juga mental, sosial, moral, hingga spiritual. “Orang yang cerdas tetapi tidak sehat, nilainya seperti dikalikan nol. Anak berprestasi tanpa kesehatan yang baik juga tidak akan mencapai potensi maksimal. Karena itu, kesehatan adalah fondasi utama,” ujar Pratikno dalam acara Safer Internet Day 2026: Bijak Cerdas Berdigital dan Ber-AI di Kantor Kemenko PMK, Jakarta, Selasa (10/2/2026).

Menurutnya, setelah kesehatan terpenuhi, penguatan kompetensi profesional dan kontribusi sosial menjadi tahap berikutnya. Ketiga elemen tersebut saling berkaitan erat dengan perkembangan dunia digital yang kini telah menyatu dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

Dalam konteks itu, Pratikno menilai kehadiran platform digital membawa manfaat besar, namun juga menghadirkan tantangan serius, khususnya bagi anak-anak dan keluarga. Ia menegaskan industri teknologi tidak cukup hanya menyediakan fitur atau panduan, tetapi harus memastikan teknologi tersebut benar-benar digunakan dan memberi dampak nyata. “Bukan soal seberapa banyak panduan dibuat, melainkan sejauh mana panduan itu dipakai oleh guru, orang tua, dan anak-anak Indonesia. Ukuran keberhasilan bukan apa yang dibuat, tetapi apa yang digunakan,” tegasnya.

Menko PMK juga mendorong inovasi teknologi yang mampu memberikan perlindungan nyata bagi pengguna, terutama anak-anak. Ia mencontohkan pentingnya pengembangan sistem otomatis yang dapat mendeteksi usia pengguna, membatasi akses terhadap konten tertentu, serta memudahkan orang tua dalam mengawasi penggunaan gawai anak.

Ia menilai, upaya edukasi yang dilakukan pemerintah melalui berbagai kementerian tidak akan berjalan optimal tanpa dukungan teknologi yang mampu memastikan perlindungan digital diterapkan secara efektif di lapangan.

Lebih lanjut, Pratikno mengingatkan bahwa disrupsi digital telah memengaruhi hampir seluruh aspek pembangunan manusia, mulai dari pendidikan dan kesehatan hingga ketahanan keluarga. Peningkatan waktu layar, berkurangnya interaksi dalam keluarga, serta munculnya dampak psikologis seperti kecemasan dan depresi menjadi tantangan nyata yang perlu diantisipasi bersama. “Banyak keluarga duduk bersama di satu meja, tetapi tidak saling berkomunikasi karena masing-masing sibuk dengan gawai. Anak-anak kurang bergerak, risiko obesitas meningkat, muncul FOMO, kecemasan, hingga depresi. Ini dampak nyata yang harus kita kelola bersama,” jelasnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa teknologi merupakan kebutuhan yang tidak dapat dihindari. Oleh karena itu, diperlukan pengelolaan yang bijak serta penguatan tanggung jawab bersama antara pemerintah, industri, dan masyarakat.

Pratikno pun mengajak perusahaan teknologi global untuk berkolaborasi lebih serius dalam mengembangkan fitur yang tidak hanya bersifat informatif, tetapi juga mampu memastikan perlindungan dan edukasi digital benar-benar tersampaikan serta digunakan secara luas oleh masyarakat.

Ia menutup dengan menekankan bahwa keberhasilan sebuah platform tidak diukur dari peluncurannya, melainkan dari jangkauan dan dampak yang dirasakan masyarakat. “Membangun platform itu relatif mudah. Tantangannya adalah memastikan platform tersebut menjangkau dan dimanfaatkan oleh seluruh rakyat Indonesia. Itulah ukuran keberhasilan,” pungkasnya.