(Vibizmedia – Jakarta) Pemerintah secara konsisten memberikan dukungan terhadap aktivitas ekonomi masyarakat dengan memanfaatkan momentum Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN). Melalui peluncuran Program Stimulus Ekonomi, pemerintah berharap mobilitas masyarakat meningkat, daya beli tetap terjaga, dan pertumbuhan ekonomi nasional terdorong secara positif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan bahwa momentum Lebaran dan Natal-Tahun Baru (Nataru) selama ini terbukti mampu meningkatkan mobilitas masyarakat dan aktivitas pariwisata, yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi.
“Lebaran Idulfitri dalam periode yang panjang, termasuk Nataru, mampu mendorong mobilitas masyarakat dan kegiatan pariwisata sehingga pertumbuhan ekonomi kuartal keempat kemarin mencapai 5,39 persen,” ujar Menko Airlangga dalam Konferensi Pers Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026: Diskon Tarif Transportasi, WFA, dan Bantuan Pangan di Jakarta, Selasa (10/02).
Menko Airlangga juga menjelaskan bahwa setiap periode HBKN selalu diikuti lonjakan mobilitas masyarakat, termasuk peningkatan kunjungan wisatawan di berbagai daerah. Melalui Program Stimulus Ekonomi, pemerintah ingin memudahkan masyarakat merencanakan perjalanan selama libur HBKN sekaligus membantu mengurangi potensi kemacetan.
Ia memaparkan, pada periode Lebaran Idulfitri 2025 mobilitas masyarakat mencapai 154,62 juta orang, sementara pada libur Nataru tercatat 110,43 juta orang. Secara tahunan (year on year), pertumbuhan mobilitas sepanjang 2025 mencapai 5,11 persen. Pada Desember 2025, jumlah wisatawan mancanegara (wisman) tercatat 1,41 juta orang dan wisatawan nusantara (wisnus) mencapai 105,98 juta orang.
Untuk HBKN Idulfitri 2026, pemerintah kembali menyiapkan stimulus berupa diskon tarif transportasi dengan total anggaran sebesar Rp911,16 miliar. Diskon tersebut meliputi:
Kereta api: potongan tarif 30 persen untuk perjalanan 14–29 Maret 2026.
Angkutan laut PT Pelni: diskon 30 persen dari tarif dasar untuk periode 11 Maret–5 April 2026.
Penyeberangan ASDP: pembebasan tarif jasa kepelabuhanan pada 12–31 Maret 2026.
Angkutan udara: diskon 17–18 persen untuk tiket domestik kelas ekonomi pada 14–29 Maret 2026.
Masyarakat dapat mulai membeli tiket dengan tarif diskon tersebut sejak 11 Februari 2026.
Selain itu, pemerintah juga menerapkan skema Work From Anywhere (WFA) atau Flexible Working Arrangement (FWA) pada 16, 17, 25, 26, dan 27 Maret 2026 bagi ASN dan pekerja swasta. Kebijakan ini diharapkan dapat mengoptimalkan dampak positif peningkatan mobilitas sekaligus mengurai kepadatan arus perjalanan.
Di sisi perlindungan sosial, pemerintah menyiapkan Bantuan Pangan berupa 10 kilogram beras dan 2 liter minyak goreng per bulan bagi sekitar 35,04 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM), dengan estimasi anggaran Rp11,92 triliun. Bantuan tersebut akan disalurkan sekaligus untuk dua bulan pada awal Ramadan.
Melalui pelaksanaan Stimulus Ekonomi HBKN Idulfitri 2026, pemerintah berharap mobilitas masyarakat dapat lebih terkelola, aktivitas ekonomi daerah tetap bergerak, serta kontribusi sektor transportasi dan pariwisata terhadap perekonomian nasional terus berlanjut.
Menutup pernyataannya, Menko Airlangga mengingatkan seluruh unit usaha, termasuk BUMN dan industri swasta yang terlibat dalam program diskon, agar memastikan pelaksanaan kebijakan berjalan optimal hingga tahap implementasi.
Konferensi pers tersebut turut dihadiri sejumlah pejabat, antara lain Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya, Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, Menteri PANRB Rini Widyantini, Menteri Sosial Saifullah Yusuf, serta jajaran pejabat Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian.









