Kilang Mini LNG Pertama di Jawa Diresmikan, Dorong Pemanfaatan Gas Dalam Negeri

0
51
LNG
DOK: PERTAMINA

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut baik beroperasinya kilang mini Liquefied Natural Gas (LNG) milik PT Liquid Nusantara Gas yang memanfaatkan pasokan gas dari Wilayah Kerja Minyak dan Gas Madura Strait yang dikelola Husky-CNOOC Madura Limited (HCML).

Kilang mini LNG tersebut diresmikan oleh Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung di kawasan Pasuruan Industrial Estate Rembang (PIER), Jawa Timur, Rabu (11/2/2026). Proyek dengan nilai investasi sekitar Rp247 miliar ini dirancang memiliki kapasitas produksi sekitar 20 ton LNG per hari atau hampir 7.000 ton per tahun.

PT Liquid Nusantara Gas mengolah gas menjadi LNG agar lebih praktis dan efisien untuk didistribusikan ke pembangkit listrik, kawasan industri, serta berbagai pusat pertumbuhan ekonomi. Fasilitas ini menjadi kilang mini LNG pertama yang dibangun di Pulau Jawa.

“Peresmian kilang mini LNG PT Liquid Nusantara Gas ini merupakan kilang LNG pertama di Pulau Jawa. Ini merupakan momentum bagaimana kita bisa memanfaatkan gas produksi dalam negeri sebesar-besarnya untuk industri, pembangkit listrik, dan berbagai kegiatan ekonomi lain,” ujar Yuliot.

Ia berharap LNG yang diproduksi mampu memberikan manfaat luas bagi masyarakat sekaligus menjadi contoh bagi pelaku usaha untuk terus mengembangkan teknologi pemanfaatan gas bumi, khususnya di wilayah penghasil gas. Menurutnya, ke depan tidak tertutup kemungkinan distribusi LNG dari kilang mini ini dapat menjangkau berbagai wilayah di Indonesia.

Dari sisi industri dalam negeri, proyek ini menonjol karena memiliki tingkat kandungan komponen dalam negeri (TKDN) yang tinggi, mencapai sekitar 86 persen. Angka tersebut jauh melampaui standar ketentuan yang berkisar 30–40 persen.

“Capaian ini merupakan bagian dari kolaborasi teknologi. Ini adalah kerja sama teknologi antara Indonesia dan Galileo, perusahaan teknologi dari Argentina,” jelas Yuliot.

Direktur Utama PT Liquid Nusantara Gas Wira Rahardja mengatakan perusahaan saat ini mengoperasikan tiga unit modular cryobox dari Galileo Technologies dan berencana menambah menjadi lima unit.

“Ke depan akan ada lima cryobox dengan kapasitas produksi sekitar 2.500 ton LNG per bulan,” kata Wira.

Kehadiran kilang mini LNG ini diharapkan dapat memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mendorong pemanfaatan gas bumi sebagai energi transisi yang lebih bersih dan efisien bagi sektor industri dan ketenagalistrikan.