Menkeu Purbaya Paparkan Tiga Pilar Strategi Transisi Ekonomi Nasional

0
50
Foto: Kemenkeu

(Vibizmedia – Jakarta) Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa memaparkan strategi pemerintah dalam mengelola transisi ekonomi nasional. Ia menegaskan bahwa arah pembangunan ekonomi bertumpu pada tiga pilar utama, yakni pertumbuhan yang tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial. Ketiganya dinilai saling berkaitan dan menjadi fondasi untuk menjaga momentum ekonomi secara berkelanjutan.

“Strategi pembangunan ekonomi Presiden Prabowo dapat dilihat dari berbagai sudut pandang. Dari perspektif Soemitronomics, ada tiga hal utama: pertumbuhan ekonomi tinggi, pemerataan, dan stabilitas sosial. Tanpa ketiganya, pertumbuhan yang kuat tidak akan tercapai,” ujar Menkeu dalam forum Bloomberg Technoz bertema Managing Transition, Capturing New Growth Opportunities di Jakarta, Kamis (12/2).

Menurutnya, sejak September 2025 pemerintah telah mengaktifkan kembali mesin pertumbuhan melalui sinergi kebijakan fiskal, moneter, dan sektor riil. Kementerian, lembaga, serta pemerintah daerah didorong mempercepat realisasi belanja, sementara likuiditas juga ditingkatkan agar penyaluran kredit tumbuh lebih cepat.

“Kebijakan fiskal kita dorong, moneter kita dorong, sektor swasta juga kita dorong. Itu yang membalikkan arah ekonomi kita pada tiga bulan terakhir tahun lalu,” jelasnya.

Di samping itu, pemerintah berupaya memperbaiki iklim usaha melalui pembentukan *task force debottlenecking* untuk mengatasi hambatan dunia usaha. Pelaku bisnis dapat menyampaikan keluhan secara daring, yang kemudian dibahas dalam sidang mingguan guna mencari solusi konkret.

“Kalau konsisten kita lakukan setiap minggu, saya optimistis pada akhir tahun sebagian besar hambatan di dunia usaha bisa kita hilangkan,” kata Menkeu.

Ia juga menyampaikan bahwa pertumbuhan ekonomi pada triwulan IV 2025 mencapai 5,39 persen, tertinggi dalam lima tahun terakhir pascapandemi Covid-19. Untuk 2026, pemerintah menargetkan pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 5,4 persen.

Pada triwulan pertama 2026, pemerintah berencana mengoptimalkan berbagai stimulus dari bank sentral dan kebijakan fiskal untuk mempercepat belanja dan memperbaiki iklim investasi.

“Target APBN 5,4 persen, tapi saya akan dorong semaksimal mungkin mendekati 6 persen. Ekspansi ekonomi akan kita jaga hingga 2030–2031,” tegasnya.

Dengan strategi tersebut, pemerintah berharap dapat menjaga stabilitas sekaligus membuka peluang pertumbuhan baru di tengah masa transisi ekonomi global.