
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sebanyak 28 kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia berdasarkan hasil pemantauan Pusat Pengendali dan Operasi (Pusdalops) pada periode 17 Februari 2026 pukul 07.00 WIB hingga 18 Februari 2026 pukul 07.00 WIB.
Sejumlah kejadian baru tercatat dalam 24 jam terakhir dan menjadi perhatian utama, disusul pengkinian data pada beberapa bencana yang masih dalam penanganan dan menunjukkan perkembangan signifikan.
Pada kategori kejadian baru, banjir dan tanah longsor terjadi di Kabupaten Tapanuli Tengah, Provinsi Sumatera Utara pada Senin (16/2). Peristiwa ini berdampak pada sekitar 185 kepala keluarga yang masih dalam proses pendataan, dengan 66 jiwa mengungsi serta sekitar 185 unit rumah terdampak. Status penanganan saat ini berada pada masa Transisi Darurat ke Pemulihan hingga 30 Maret 2026. Akses jalan Sipange menuju Aek Garut masih belum dapat dilintasi akibat longsor yang terjadi pada 11 Februari lalu.
Banjir juga dilaporkan terjadi di Kabupaten Ciamis, Provinsi Jawa Barat pada Senin (17/2), yang berdampak pada 332 kepala keluarga atau 868 jiwa, dengan 164 jiwa mengungsi serta 317 unit rumah terdampak. Penanganan masih berlangsung dalam status Siaga Darurat Provinsi Jawa Barat hingga 30 April 2026.
Di Provinsi Jawa Tengah, banjir tercatat terjadi di Kota Semarang pada Senin (16/2) dan berdampak pada 613 kepala keluarga atau 1.857 jiwa. Kondisi terkini menunjukkan banjir telah surut dan warga mulai melakukan pembersihan lingkungan secara mandiri.
Selain itu, tanah longsor juga terjadi di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta pada Selasa (17/2) yang berdampak pada 19 kepala keluarga dengan jumlah rumah terdampak yang sama. Saat ini warga bersama unsur terkait melakukan pembersihan material longsor di bawah status Siaga Darurat hingga 19 Maret 2026.
Sementara itu, dalam kategori pengkinian data, kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Riau tercatat mencapai kurang lebih 566,8 hektare sejak 1 Januari hingga 17 Februari 2026 yang tersebar di sembilan kabupaten dan dua kota. Status Siaga Darurat diberlakukan hingga 30 November 2026 dan upaya pemadaman masih terus berlangsung di sejumlah wilayah.
Pembaruan data di Provinsi Jawa Tengah menunjukkan banjir di Kabupaten Grobogan berdampak pada sekitar 9.736 kepala keluarga dengan dua unit rumah rusak dan sekitar 30 jiwa mengungsi mandiri. Di Kabupaten Pemalang, banjir berdampak pada kurang lebih 5.729 kepala keluarga atau 21.480 jiwa dengan sekitar 5.256 unit rumah terdampak dan saat ini air telah surut serta memasuki tahap pembersihan.
Banjir di Kabupaten Tegal menyebabkan satu warga mengalami luka ringan, dengan sekitar 9.518 jiwa terdampak serta 896 unit rumah terdampak. Selain itu, pergerakan tanah di wilayah yang sama mengakibatkan 668 kepala keluarga atau 2.523 jiwa mengungsi serta 691 unit rumah rusak.
Di Kabupaten Purbalingga, banjir bandang mengakibatkan satu warga meninggal dunia dan satu lainnya mengalami luka berat. Bencana ini berdampak pada 60 kepala keluarga atau 263 jiwa dengan 145 jiwa mengungsi serta 142 unit rumah rusak.
Banjir di Kabupaten Pekalongan menyebabkan satu warga meninggal dunia dan berdampak pada sekitar 18.903 kepala keluarga atau 59.729 jiwa dengan sekitar 11.582 unit rumah terdampak. Hingga kini, banjir belum sepenuhnya surut meski sebagian warga telah kembali ke rumah masing-masing.
Di Kabupaten Demak, banjir berdampak pada sekitar 6.806 kepala keluarga atau 23.214 jiwa dengan sekitar 6.151 unit rumah terdampak. Sementara di Kabupaten Brebes, tanah longsor berdampak pada sekitar 175 kepala keluarga atau 532 jiwa dengan 10 unit rumah rusak dan potensi longsor susulan masih tinggi akibat hujan.
Di Provinsi Jawa Timur, banjir di Kabupaten Pasuruan berdampak pada 2.880 kepala keluarga, sedangkan di Kabupaten Jember, banjir menyebabkan satu warga meninggal dunia dengan 7.445 kepala keluarga terdampak serta 13 unit rumah rusak.
Selanjutnya di Provinsi Kalimantan Barat, kebakaran hutan dan lahan bertambah sekitar lima hektare di Kota Singkawang dan proses pemadaman masih berlangsung. Adapun di Provinsi Nusa Tenggara Barat, banjir bandang di Kabupaten Sumbawa berdampak pada 270 kepala keluarga atau 650 jiwa dengan 270 unit rumah terdampak. Kondisi banjir telah surut dan masyarakat melakukan pembersihan mandiri.
Berdasarkan prakiraan cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang masih berpeluang terjadi hingga 21 Februari 2026, khususnya di wilayah Pulau Jawa.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko bencana hidrometeorologi seperti banjir, banjir bandang, dan tanah longsor. Oleh karena itu, BNPB mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan melalui optimalisasi posko siaga, pemantauan debit sungai, waduk, dan tanggul, serta pengawasan wilayah lereng rawan longsor.
BNPB juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada dengan mengikuti informasi resmi dari pemerintah serta melakukan langkah mitigasi mandiri seperti membersihkan saluran air, memangkas dahan pohon rawan tumbang, dan menyiapkan rencana evakuasi keluarga.








