Persiapan Mudik 2026: Jakarta Jadi Titik Tinggi Mobilitas, Posko Angkutan Lebaran Diperkuat

0
68
Foto: Kemenhub

(Vibizmedia – Jakarta)  Menteri Perhubungan (Menhub) RI Dudy Purwagandhi melakukan pertemuan dengan Pramono Anung di Balai Kota Jakarta untuk membahas kesiapan Angkutan Lebaran 2026. Koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah dinilai sangat penting mengingat tingginya potensi mobilitas pemudik dari Ibu Kota.

Menhub Dudy menekankan bahwa Provinsi DKI Jakarta merupakan salah satu daerah dengan tingkat mobilitas tertinggi di Indonesia. Sebagian besar perjalanan mudik berasal dari DKI Jakarta dan Jawa Barat, dengan tujuan utama Jawa Tengah, Jawa Timur, Jawa Barat, serta DI Yogyakarta.

“Dengan potensi pergerakan yang besar, dukungan penuh dari Pemprov DKI diperlukan, termasuk pembentukan posko pelayanan dan pemantauan Angkutan Lebaran 2026,” ujar Dudy, Rabu (18/2/2026).

Dudy juga menekankan pentingnya kesiapan armada melalui pemeriksaan ramp check, pengawasan simpul transportasi, khususnya terminal Tipe A, pemeriksaan kesehatan pengemudi, serta konsolidasi program mudik gratis.

Selain itu, Menhub mendorong peningkatan akses dan layanan angkutan feeder menuju terminal, stasiun, pelabuhan, dan bandara. Layanan pengumpan ini dianggap krusial untuk memperlancar distribusi penumpang, terutama ke titik keberangkatan mudik gratis.

Pengawasan dan rekayasa lalu lintas diminta dilakukan secara kondisional. Langkah-langkah yang diterapkan meliputi penempatan petugas di titik rawan kemacetan, pemantauan melalui CCTV, kesiapan jalur alternatif, serta pengaturan arus kendaraan selama puncak mudik dan balik.

“Penyediaan informasi mudik dan sosialisasi keselamatan berkendara, khususnya bagi pengguna kendaraan pribadi, juga harus diperkuat,” tambah Dudy.

Berdasarkan Survei Potensi Pergerakan Angkutan Lebaran 2026, proyeksi lalu lintas keluar Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip Utama, dan GT Cikupa selama H-10 hingga H+11 diperkirakan mencapai 3,67 juta kendaraan, dengan puncak arus mudik diprediksi terjadi pada Rabu, 18 Maret 2026 (H-3) sebanyak 259 ribu kendaraan.

Sementara arus masuk Jakarta melalui GT Cikampek Utama, GT Kalihurip, GT Ciawi, dan GT Cikupa selama periode yang sama diproyeksikan mencapai 3,54 juta kendaraan, dengan puncak arus balik diperkirakan pada Senin, 24 Maret 2026 (H+3) sebanyak 285 ribu kendaraan.

Pertemuan ini turut dihadiri pejabat eselon I Kementerian Perhubungan, termasuk Aan Suhanan (Dirjen Perhubungan Darat), Muhammad Masyhud (Dirjen Perhubungan Laut), Lukman F. Laisa (Dirjen Perhubungan Udara), serta Allan Tandiono (Dirjen Perkeretaapian).