Dari Washington, Presiden Dorong Reformasi dan Stabilitas demi Iklim Investasi Sehat

0
58
Prabowo Subianto memberikan sambutan pada sesi roundtable Business Summit dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington, D.C., Amerika Serikat, Rabu, 18 Februari 2026. (Foto: BPMI Setpres)

(Vibizmedia – Washington DC) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menegaskan komitmennya untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan sekaligus memberantas praktik ilegal yang merugikan negara sebagai bagian dari upaya memperkuat iklim investasi nasional.

Pernyataan tersebut disampaikan Kepala Negara saat memberikan sambutan dalam sesi roundtable Business Summit yang digelar dalam rangka kunjungan kerjanya di Washington, D.C., Amerika Serikat, Rabu (18/2/2026).

Dalam forum itu, Presiden secara terbuka mengakui berbagai tantangan struktural yang masih dihadapi Indonesia. Ia menyebut persoalan tata kelola, korupsi, serta kinerja kelembagaan yang belum optimal sebagai pekerjaan rumah besar pemerintah. “Kita masih memiliki kelemahan, baik dalam tata kelola pemerintahan, praktik korupsi, maupun kapasitas institusi yang belum kuat,” ujar Presiden.

Presiden menyadari bahwa agenda reformasi yang dijalankan tidak selalu berjalan mulus dan kerap memicu resistensi. Meski demikian, ia menegaskan bahwa kepastian hukum dan tata kelola yang baik merupakan syarat utama untuk membangun kepercayaan investor. Menurutnya, tidak ada investor yang bersedia menanamkan modal di negara dengan ketidakpastian hukum dan lemahnya penegakan aturan.

Dalam kesempatan tersebut, Presiden juga menyampaikan keyakinannya bahwa melalui stabilitas politik, reformasi berkelanjutan, serta disiplin fiskal, Indonesia akan semakin dipercaya sebagai tujuan investasi global yang prospektif.

Selain mendorong investasi, pemerintah berkomitmen memastikan pertumbuhan ekonomi memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat. Presiden menekankan pentingnya pembangunan ekonomi dari tingkat akar rumput serta pengelolaan sumber daya alam yang bijaksana dan berkelanjutan agar pertumbuhan dapat dipertahankan dalam jangka panjang.

Melalui reformasi yang konsisten, stabilitas nasional, dan kepastian hukum, Presiden optimistis Indonesia akan semakin dipercaya sebagai destinasi investasi dunia sekaligus mampu menghadirkan pertumbuhan ekonomi yang adil dan berkelanjutan.

Dalam kegiatan tersebut, Presiden didampingi sejumlah menteri, antara lain Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri Investasi dan Hilirisasi/CEO Danantara Indonesia Rosan P. Roeslani, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.