
(Vibizmedia-Nasional) Suharyanto selaku Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melanjutkan kunjungan kerja ke wilayah terdampak bencana di Provinsi Jawa Tengah pada Jumat (20/2).
Setelah sebelumnya berdialog dengan penyintas bencana tanah bergerak di Kabupaten Tegal, kali ini Suharyanto melakukan pertemuan dengan pemerintah daerah setempat sekaligus meninjau progres perbaikan tanggul jebol di Desa Tinanding, Kecamatan Kebonagung, Kabupaten Grobogan.
Tanggul yang jebol diketahui akibat tingginya curah hujan yang menyebabkan debit air Sungai Tuntang meluap hingga merendam lahan pertanian serta permukiman warga sejak Senin (16/2).
Berdasarkan kondisi terkini, banjir di sejumlah wilayah dilaporkan berangsur surut dan proses perbaikan tanggul masih terus dilakukan oleh tim gabungan di lapangan.
Suharyanto menyampaikan bahwa kejadian banjir sempat berdampak pada 50 desa, namun hingga hari ini tersisa empat desa yang masih tergenang.
“Per hari ini (Jumat), tersisa empat desa masih tergenang, tidak ada yang mengungsi tetapi pemerintah daerah bersama BNPB telah mendorong distribusi logistik permakanan bagi warga terdampak,” ujarnya.
Ia menambahkan, secara umum penanganan banjir di Kabupaten Grobogan relatif terkendali.
Perbaikan tanggul saat ini terus dikebut oleh dinas terkait, mengingat jebolnya tanggul juga mengakibatkan ruas Jalan Raya Semarang–Godong sempat terputus.
Sebagai upaya percepatan penanganan darurat, BNPB turut menyalurkan bantuan berupa paket sembako, pompa alkon, alat kebersihan, selimut dan matras bagi masyarakat terdampak.
Selain itu, pemerintah daerah baik Provinsi Jawa Tengah maupun Kabupaten Grobogan dapat mengusulkan kebutuhan tambahan dalam rangka penanganan bencana banjir.
“Perbaikan jalan rusak dan kebutuhan yang tidak bisa dipenuhi pemerintah daerah dapat diusulkan melalui BNPB,” kata Suharyanto.
Kehadiran Kepala BNPB di lokasi bencana ini merupakan tindak lanjut arahan Prabowo Subianto yang menegaskan bahwa pemerintah pusat akan memastikan seluruh kebutuhan masyarakat terdampak bencana terpenuhi tanpa ada yang dikesampingkan, serta menjamin setiap kejadian bencana di Indonesia mendapatkan penanganan yang setara.








