Kolaborasi Kemdiktisaintek–Kemenpora Hadirkan Beasiswa Terstruktur bagi Atlet Nasional

0
36
Brian Yuliarto, Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, menerima audiensi Erick Thohir selaku Menteri Pemuda dan Olahraga bersama Taufik Hidayat, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga, di Jakarta. (Foto: Kemendiktisaintek)

(Vibizmedia – Jakarta) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menegaskan komitmennya untuk menghadirkan pendidikan tinggi berkualitas bagi talenta muda, termasuk atlet berprestasi nasional. Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan skema beasiswa berbasis integrasi data atlet agar lebih tepat sasaran, sistematis, dan akuntabel.

Hal itu disampaikan Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Brian Yuliarto saat menerima audiensi Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir dan Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga Taufik Hidayat di Jakarta, Kamis (19/2/2026). “Jangan sampai di bidang akademik para atlet tidak maksimal, maupun di bidang olahraganya tidak bertumbuh,” tegas Brian.

Pertemuan tersebut membahas integrasi data atlet nasional sebagai landasan penyusunan kebijakan beasiswa yang lebih presisi. Dengan basis data yang dikelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet dapat dilakukan secara terukur. “Dengan basis data yang terkelola bersama, proses identifikasi, seleksi, hingga pemantauan studi atlet dapat dilakukan secara lebih sistematis dan akuntabel,” jelasnya.

Langkah ini dinilai strategis untuk memastikan intervensi kebijakan tepat sasaran, terutama bagi atlet yang sedang menjalani pembinaan maupun yang telah mengharumkan nama Indonesia di tingkat internasional.

Kebijakan tersebut juga sejalan dengan arahan Presiden Prabowo Subianto yang menempatkan penguatan kualitas sumber daya manusia sebagai prioritas pembangunan nasional. Pengembangan talenta unggul tidak hanya melalui capaian akademik, tetapi juga prestasi olahraga yang membawa nama bangsa.

Dalam kesempatan itu, Erick Thohir memaparkan kebutuhan penguatan skema beasiswa bagi atlet agar tidak hanya menjamin akses pendidikan tinggi, tetapi juga memastikan keberlanjutan karier setelah masa kompetisi berakhir. “Kita perlu sistem yang jelas, supaya pembinaan olahraga tetap optimal dan pendidikan mereka juga tidak tertinggal,” ujarnya.

Penguatan kolaborasi teknis antara Kemdiktisaintek dan Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Kemenpora) akan difokuskan pada pengembangan dan pemanfaatan database atlet secara bersama. Skema ini diharapkan menjadi model sinergi lintas kementerian dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang inklusif dan adaptif.

Kemdiktisaintek menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus menjadi fondasi keberlanjutan prestasi generasi muda—baik di bidang akademik maupun olahraga. Negara hadir untuk memastikan para atlet memiliki kepastian masa depan, tidak hanya saat berjaya di arena kompetisi, tetapi juga ketika memasuki fase profesional dan sosial berikutnya.

Sinergi ini menjadi langkah konkret pemerintah dalam membangun sistem yang terintegrasi, transparan, dan berorientasi pada masa depan talenta bangsa. Dengan dukungan beasiswa yang terstruktur dan berbasis data, Indonesia meneguhkan komitmen melahirkan sumber daya manusia unggul, adaptif, dan berdaya saing global.