Produksi Tembus 1 Juta Unit, Kemenperin Apresiasi Kontribusi TVS bagi Industri Otomotif Nasional

0
47
Industri Otomotif
Ilustrasi industri otomotif Indonesia. FOTO: KEMENPERIN

(Vibizmedia-Nasional) Kementerian Perindustrian menyampaikan apresiasi atas pencapaian produksi satu juta unit kendaraan oleh PT TVS Motor Company Indonesia. Tonggak tersebut dinilai sebagai kontribusi penting dalam memperkuat struktur industri kendaraan bermotor roda dua dan roda tiga nasional, sekaligus mendorong peningkatan kapasitas ekspor serta penggunaan komponen dalam negeri.

Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita mengatakan, sektor industri manufaktur Indonesia terus menunjukkan kinerja positif sebagai penggerak utama perekonomian nasional.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS), industri pengolahan kembali menegaskan perannya sebagai tulang punggung perekonomian sepanjang 2025 dengan kontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional mencapai 19,07 persen.

Dari sisi pertumbuhan, sektor industri pengolahan juga mencatatkan perkembangan yang stabil. Pada 2023, sektor ini tumbuh sebesar 4,64 persen, kemudian berada pada level 4,43 persen pada 2024, dan meningkat menjadi 5,30 persen pada 2025.

Dalam konteks tersebut, pencapaian TVS menjadi bagian dari upaya memperkuat fondasi industri otomotif nasional dan meningkatkan daya saing Indonesia di pasar global. Direktur Jenderal Industri Logam, Mesin, Alat Transportasi, dan Elektronika (ILMATE) Setia Diarta menyatakan bahwa TVS telah menunjukkan komitmen kuat dalam memperkuat industri otomotif nasional melalui investasi berkelanjutan, peningkatan ekspor, serta pemenuhan regulasi industri.

Kinerja positif industri nasional juga ditopang oleh sektor otomotif, khususnya kendaraan roda dua yang memiliki resiliensi tinggi di tengah dinamika pasar domestik dan global. Sepanjang 2025, pasar domestik kendaraan roda dua mencatatkan penjualan lebih dari 6,4 juta unit atau tumbuh 1,3 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Sementara itu, kinerja ekspor mencapai sekitar 540 ribu unit completely built up (CBU) dengan total nilai mencapai Rp10,5 triliun.

Sebagai anak perusahaan dari TVS Motor Company, PT TVS Motor Company Indonesia telah beroperasi di Indonesia sejak 2007 melalui fasilitas manufaktur terintegrasi di Karawang. Sejak memulai produksi komersial, perusahaan telah merealisasikan investasi sebesar USD250 juta atau sekitar Rp4,12 triliun.

Selain menyerap ratusan tenaga kerja langsung, keberadaan perusahaan ini juga memberikan dampak ekonomi terhadap sekitar 8.000 tenaga kerja tidak langsung melalui jaringan distributor, pemasok, kontraktor, serta penyedia jasa lainnya. Bahkan, Indonesia menjadi salah satu basis produksi global TVS di luar India dan Inggris.

Hingga awal 2026, TVS telah memproduksi lebih dari satu juta unit kendaraan roda dua dan roda tiga untuk pasar domestik maupun ekspor. Produk TVS juga telah dipasarkan ke berbagai negara di kawasan ASEAN, Amerika Latin, Timur Tengah, dan Afrika.

Sejumlah produk TVS juga telah memenuhi ketentuan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) dan digunakan dalam berbagai program pengadaan pemerintah, baik di kementerian maupun pemerintah daerah. Salah satunya melalui pengadaan 700 unit sepeda motor roda tiga bersama PT Agrinas dalam program Percepatan Pembangunan Fisik Gerai, Pergudangan dan Perlengkapan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih.

Ke depan, arah kebijakan industri manufaktur nasional tidak hanya difokuskan untuk menjaga momentum pertumbuhan, tetapi juga memperkuat struktur industri secara berkelanjutan melalui peningkatan nilai tambah dalam negeri, pendalaman struktur industri, serta optimalisasi keterkaitan antarsektor.

Sejalan dengan kebijakan tersebut, TVS juga telah memulai produksi kendaraan listrik roda dua dan roda tiga, termasuk pembangunan lini produksi battery pack guna memperkuat ekosistem kendaraan listrik nasional.

Kemenperin berharap capaian produksi satu juta unit ini dapat menjadi pemicu bagi TVS untuk terus memperluas investasi, meningkatkan kapasitas produksi, memperkuat ekspor, serta memperluas penggunaan komponen dalam negeri.

“Pemerintah akan terus mendukung pengembangan industri otomotif nasional agar semakin berdaya saing dan berkelanjutan,” tutup Setia.