
(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat sejumlah kejadian bencana terjadi di berbagai wilayah Indonesia dalam periode Jumat (20/2) hingga Sabtu (21/2) pukul 07.00 WIB. Laporan tersebut didominasi oleh bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan angin kencang.
Banjir melanda Kabupaten Bekasi, Provinsi Jawa Barat, pada Jumat (20/2) sekitar pukul 16.00 WIB setelah hujan lebat mengguyur wilayah tersebut. Sebanyak 20 desa dan dua kelurahan di delapan kecamatan terdampak banjir. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bekasi mencatat sebanyak 19.408 kepala keluarga (KK) terdampak akibat rumah mereka tergenang. Sementara itu, 94 KK mengungsi di tiga lokasi yang tersebar di Desa Sriamur dan Karangraharja.
Di Provinsi Banten, banjir juga terjadi di Kota Tangerang Selatan pada hari yang sama sekitar pukul 03.45 WIB. Hujan deras berdurasi lama menyebabkan genangan dengan tinggi muka air berkisar antara 5 hingga 50 sentimeter di dua kelurahan pada dua kecamatan. Sebanyak 545 KK terdampak tanpa laporan korban jiwa.
Kondisi serupa terjadi di wilayah Jakarta Selatan, Daerah Khusus Jakarta, akibat hujan dengan intensitas tinggi yang menyebabkan meluapnya sejumlah aliran sungai seperti Sungai Krukut, Grogol, Pesanggrahan dan Uangan. Genangan dilaporkan terjadi di delapan kelurahan pada empat kecamatan. Hingga Jumat (20/2) pukul 06.00 WIB, sebanyak 58 RT masih tergenang dengan tinggi muka air antara 20 hingga 110 sentimeter. Sebanyak 376 KK atau 1.247 jiwa terdampak akibat kejadian tersebut.
Masih di Daerah Khusus Jakarta, angin kencang juga terjadi di wilayah Jakarta Utara pada Jumat (20/2) pukul 00.40 WIB. Peristiwa ini berdampak pada 11 unit rumah di Kelurahan Kebon Bawang, Kecamatan Tanjung Priok. Tidak ada laporan korban jiwa, namun BPBD setempat masih melakukan pendataan serta penanganan darurat.
BNPB mengingatkan bahwa wilayah Jabodetabek masih berpotensi mengalami hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir serta angin kencang. Peringatan dini serupa juga berlaku di sejumlah wilayah lain seperti Jawa Tengah, Bali, Nusa Tenggara Timur, Nusa Tenggara Barat, Sulawesi Selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Utara, Kalimantan Selatan, Kalimantan Timur, Maluku dan Papua.
Menyikapi kondisi tersebut, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan serta kesiapsiagaan. BPBD diharapkan terus memantau prakiraan cuaca dan potensi bahaya di wilayah masing-masing serta menyebarluaskan informasi peringatan dini melalui jaringan komunikasi hingga tingkat desa maupun media sosial guna mendukung upaya mitigasi bencana secara optimal.








