Petani Muda Indonesia Diminta Bawa Inovasi Pertanian Jepang ke Tanah Air

0
75
Para peserta Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) berfoto bersama di depan Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo, Jepang, Kamis (19/2/2026). (Foto: KBRI Tokyo)

(Vibizmedia – Tokyo) Kedutaan Besar Republik Indonesia di Tokyo mendorong para petani muda peserta Indonesian Young Farm Leaders Training Program in Japan (IYFLTPJ) untuk menerapkan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama pelatihan di Jepang demi memperkuat sektor pertanian nasional.

Pesan tersebut disampaikan Wakil Duta Besar RI untuk Jepang, Maria Renata Hutagalung, saat menerima peserta IYFLTPJ Batch ke-41 di KBRI Tokyo, Kamis (20/2/2026). Ia berharap para peserta mampu mengadaptasi praktik pertanian modern yang dipelajari di Jepang dan mengembangkannya di Indonesia.

Maria menekankan bahwa penerapan teknologi pertanian dan manajemen agribisnis khas Jepang menjadi faktor penting dalam meningkatkan produktivitas serta daya saing komoditas Indonesia, termasuk untuk pasar ekspor seperti Jepang.

Ia juga menyoroti peran strategis para peserta sebagai pemimpin pertanian (farm leaders) dan agen perubahan di daerah asal masing-masing. Para alumni diharapkan menjadi pelopor organisasi petani mandiri serta membina petani lain melalui pusat pelatihan pertanian.

Program IYFLTPJ merupakan kerja sama Kementerian Pertanian Republik Indonesia dengan Pemerintah Jepang melalui Japan Agricultural Exchange Council (JAEC) dan Ministry of Agriculture, Forestry and Fisheries (MAFF). Program yang telah berjalan selama empat dekade ini bertujuan meningkatkan kapasitas petani muda dalam teknologi pertanian modern, manajemen agribisnis, efisiensi, dan peningkatan mutu produksi.

Selama kurang lebih satu tahun, peserta tinggal bersama petani tuan rumah di Jepang dan mengikuti pelatihan praktik lapangan, pembelajaran akademis, pelatihan mesin pertanian yang difasilitasi MAFF, serta kunjungan studi ke berbagai prefektur.

KBRI Tokyo secara berkala melakukan evaluasi untuk menilai dampak program terhadap pengembangan sektor pertanian di Indonesia. Hingga kini, lebih dari 650 petani muda telah mengikuti IYFLTPJ dan tergabung dalam Ikatan Alumni Magang Jepang (IKAMAJA), yang aktif berkontribusi di berbagai daerah sebagai pembina Pusat Pelatihan Pertanian dan Pedesaan Swadaya (P4S) maupun penggerak organisasi petani mandiri.