BNPB Catat Banjir Dominasi Kejadian Bencana 22–23 Februari 2026

0
48
Banjir
Banjir melanda rumah warga pada tiga kecamatan di wilayah Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat sejak Sabtu, 21 Februari 2026. FOTO: BNPB

(Vibizmedia-Nasional) Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) merangkum laporan kejadian bencana yang terjadi pada periode 22–23 Februari 2026. Dalam rentang waktu tersebut, kejadian bencana di sejumlah wilayah Indonesia didominasi oleh banjir akibat hujan dengan intensitas sedang hingga lebat.

Banjir dilaporkan melanda sejumlah wilayah di Provinsi Nusa Tenggara Barat, tepatnya di beberapa dusun di Desa Sekotong Batang dan Desa Batu Putih, Kecamatan Sekotong, Kabupaten Lombok Barat, pada Minggu (22/2). Berdasarkan laporan BPBD Kabupaten Lombok Barat, sebanyak 182 kepala keluarga (KK) atau 708 jiwa terdampak akibat peristiwa yang dipicu oleh hujan berintensitas tinggi tersebut. Tidak ada laporan korban jiwa dalam kejadian ini.

Petugas di lapangan masih melakukan pendataan serta bersiaga untuk mengantisipasi potensi bahaya susulan. Sementara itu, genangan air dilaporkan berangsur surut.

Sehari sebelumnya, Sabtu (21/2), banjir juga melanda tujuh desa di tiga kecamatan di Kabupaten Bima, Provinsi Nusa Tenggara Barat. Sebanyak 241 KK atau 845 jiwa terdampak, dengan satu keluarga dilaporkan mengungsi sementara waktu.

BPBD Kabupaten Bima turut melaporkan adanya kerugian material berupa satu unit rumah rusak berat, dua unit fasilitas pendidikan terdampak, serta masing-masing satu unit tempat ibadah, kantor desa dan pasar mengalami kerusakan. Pada Minggu malam, tinggi muka air di Desa Labuhan Kenangan, Kecamatan Tambora, terpantau antara 10 hingga 70 sentimeter, sementara banjir di Desa Kawinda Na’e, Desa Rasabou dan Oi Panihi berangsur surut.

Selain banjir, cuaca ekstrem berupa hujan lebat disertai angin kencang juga menerjang Desa Singasari, Kecamatan Karanglewas, Kabupaten Banyumas, Provinsi Jawa Tengah, pada Minggu (22/2) sekitar pukul 14.30 WIB. Sebanyak delapan KK atau 31 jiwa terdampak, sementara satu KK yang terdiri dari lima jiwa terpaksa mengungsi dan menumpang di rumah kerabat terdekat.

Kerugian material akibat kejadian tersebut tercatat delapan unit rumah rusak berat, satu unit rusak sedang dan enam unit rusak ringan. Petugas BPBD setempat telah melakukan pembersihan pohon dan ranting tumbang akibat angin kencang.

Menyikapi potensi bahaya hidrometeorologi, BNPB mengimbau pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada. Peringatan dini cuaca di Provinsi Nusa Tenggara Barat pada Senin (23/2) pukul 09.50 Wita menunjukkan potensi hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat atau petir dan angin kencang mulai pukul 10.00 Wita.

Kondisi tersebut berpotensi terjadi di sejumlah wilayah, antara lain Kabupaten Lombok Barat, Lombok Tengah, Lombok Timur dan Kota Mataram. BNPB mengharapkan masyarakat dapat melakukan aksi dini dalam merespons peringatan dini bahaya hidrometeorologi.

Selain kesiapsiagaan di tingkat keluarga, jejaring komunikasi seperti WhatsApp Group dan radio handheld transceiver yang dikelola BPBD hingga aparat kecamatan dan desa dinilai menjadi mekanisme efektif dalam penyampaian informasi peringatan dini bencana kepada masyarakat.