Kementerian Perdagangan Republik Indonesia Gelar Bootcamp Ekspor untuk Dorong UMKM Tembus Pasar Australia dan Pasifik

0
50
Salah satu gerai produk kopi Indonesia yang menjadi peserta dalam pameran Melbourne International Coffee Expo (MICE) di Melbourne, Australia pada Selasa (14/5/2024). (Foto: Kemendag)

(Vibizmedia – Canberra) Kementerian Perdagangan Republik Indonesia (Kemendag) melalui Atase Perdagangan (Atdag) Canberra meluncurkan program bootcamp ekspor guna mendorong pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) menembus pasar Australia dan kawasan Pasifik.

Melalui pernyataan pers yang diterima di Jakarta, Kamis, Atdag Canberra menyampaikan bahwa program  tersebut berlangsung pada 18 Februari hingga 19 Maret 2026.

Program ini merupakan bagian dari penguatan diplomasi ekonomi Indonesia di kawasan Australia, New Zealand, dan negara-negara Pasifik melalui pendekatan peningkatan kapasitas, literasi ekspor, serta optimalisasi jejaring diaspora sebagai mitra penetrasi pasar.

Atase Perdagangan RI di Canberra, Agung Haris Setiawan, menegaskan bahwa tantangan utama UMKM Indonesia bukan terletak pada kualitas produk, melainkan pada belum meratanya literasi ekspor serta pemahaman terhadap prosedur perdagangan internasional.

Menurutnya, banyak pelaku usaha belum memahami secara komprehensif aspek-aspek penting seperti identifikasi HS Code, standar biosekuriti Australia, struktur harga internasional, manajemen risiko logistik, hingga strategi negosiasi kontrak dagang.

“Penguatan literasi ekspor sejak dini menjadi kunci agar pelaku usaha tidak melakukan kesalahan prosedural pada saat pengiriman perdana maupun dalam membangun kontrak dagang jangka panjang,” ujarnya.

Atdag Canberra menjelaskan bahwa program bootcamp dilaksanakan secara maraton selama 30 hari berturut-turut dengan pendekatan bertahap dan terstruktur. Setiap sesi dirancang singkat namun intensif dan diselenggarakan setiap pagi selama bulan Ramadan.

Materi yang diberikan mencakup transformasi pola pikir dari orientasi pasar lokal ke global, pemetaan kesiapan produk, pemanfaatan perjanjian dagang, analisis pasar Australia dan Pasifik, hingga aspek teknis ekspor.

Pada dua hari pertama pelaksanaan, lebih dari 300 pelaku UMKM dan diaspora telah berpartisipasi melalui platform Zoom serta siaran langsung di kanal YouTube resmi Atdag Canberra.

Melihat tingginya minat peserta serta publikasi konten edukatif harian selama 30 hari, Atdag menargetkan program ini mampu menjangkau hingga 2.000 peserta dari berbagai daerah di Indonesia serta jaringan diaspora di kawasan Australia dan Pasifik.

Australia merupakan salah satu mitra dagang strategis Indonesia dengan Produk Domestik Bruto (PDB) sekitar 1,7 triliun dolar AS dan nilai impor tahunan lebih dari 280 miliar dolar AS. Total perdagangan Indonesia–Australia pada 2024 tercatat sekitar 15 miliar dolar AS, dengan ekspor Indonesia berkisar 5–6 miliar dolar AS.

Kemendag menilai peluang penetrasi pasar Australia masih sangat besar, terutama sejak implementasi Indonesia–Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) pada 5 Juli 2020. Perjanjian ini memberikan akses tarif nol persen bagi sekitar 99 persen pos tarif ekspor Indonesia ke Australia, membuka peluang luas bagi produk pangan olahan, alas kaki, furnitur, tekstil, produk halal, hingga jasa digital.

Selain Australia, Papua Nugini dan Fiji juga dinilai memiliki prospek ekspor yang menjanjikan. Papua Nugini mencatat nilai impor sekitar 6 miliar dolar AS per tahun, sementara Fiji sekitar 2–3 miliar dolar AS per tahun. Kedua pasar tersebut menawarkan peluang bagi produk pangan, barang konsumsi, dan bahan konstruksi asal Indonesia.

Melalui program bootcamp ini, Kemendag berharap semakin banyak UMKM Indonesia yang siap bersaing di pasar internasional serta mampu memanfaatkan peluang ekspor di kawasan Australia dan Pasifik secara berkelanjutan.