MoU BPI Danantara dan Arm Limited untuk Pengembangan Teknologi Semikonduktor

0
59
Semikonduktor
Presiden Prabowo Subianto menyaksikan penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, pada Senin, 23 Februari 2026. FOTO: BIRO PERS SETPRES

(Vibizmedia-Nasional) Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, menyaksikan langsung penandatanganan perjanjian kerangka kerja antara Badan Pengelola Investasi Danantara Indonesia (BPI Danantara) dan Arm Limited di London, Inggris, pada Senin (23/2/2026). Kehadiran Kepala Negara dalam agenda tersebut menegaskan perhatian serius pemerintah terhadap percepatan transformasi ekonomi nasional berbasis inovasi teknologi.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, menyampaikan bahwa kerja sama ini menjadi langkah strategis agar Indonesia dapat mulai menguasai teknologi semikonduktor, khususnya di sektor desain chip yang merupakan bagian paling hulu dalam rantai industri semikonduktor global.

“Ini merupakan kerja sama Indonesia agar Indonesia bisa menguasai teknologi semikonduktor, dan Arm ini adalah salah satu perusahaan yang menguasai pasar semikonduktor terutama dari segi desain. Jadi ini yang paling hulu daripada industri semikonduktor itu sendiri,” ujar Airlangga usai acara penandatanganan.

Arm diketahui menguasai sekitar 96 persen teknologi chip untuk sektor otomotif global serta hampir 94 persen desain chip untuk pusat data dan kecerdasan buatan (artificial intelligence). Melalui kemitraan ini, Indonesia menargetkan percepatan penguasaan teknologi strategis yang menjadi fondasi berbagai inovasi digital modern.

Airlangga menambahkan, kerja sama tersebut mencakup program pelatihan bagi 15 ribu insinyur Indonesia dalam ekosistem Arm guna meningkatkan kapasitas nasional di bidang desain chip. Program akan dilaksanakan melalui pengiriman tenaga ahli ke luar negeri maupun dengan menghadirkan pelatih Arm langsung ke Indonesia menggunakan modul pelatihan khusus.

Sementara itu, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BPI Danantara, Rosan Perkasa Roeslani, menyatakan bahwa kemitraan ini diharapkan memberikan dampak luas terhadap pengembangan industri nasional sekaligus memperkuat kedaulatan teknologi Indonesia.

“Memang akan ada enam industri yang akan dipilih untuk pengembangan dari chips ini dan rencananya juga seperti yang disampaikan Pak Menko ada 15 ribu engineer kita yang akan dilatih oleh Arm ini baik dengan mengirimkan mereka ke luar negeri ataupun nanti pengajar mereka akan datang ke Indonesia dengan modul-modulnya,” ujar Rosan.

Pengembangan desain chip nasional akan difokuskan pada enam bidang intellectual property (IP) strategis, antara lain teknologi otomotif, Internet of Things (IoT), pusat data, home appliances, autonomous vehicle, serta quantum computing. Pemerintah menargetkan agar kepemilikan IP dari hasil pengembangan tersebut dapat dipegang oleh Indonesia.

Kemitraan strategis ini menjadi langkah awal transformasi Indonesia dari konsumen teknologi menjadi produsen bernilai tambah tinggi dalam rantai pasok global. Pemerintah memandang penguasaan teknologi sebagai pendorong utama untuk menjembatani potensi sumber daya manusia dan kekayaan alam nasional menuju visi Indonesia Emas 2045.