Kemenperin Dukung “Gentengisasi”, Momentum Perkuat Industri Keramik Nasional

0
59
Ilustrasi Gentengisasi (Foto: IG Indonesiago.id)

(Vibizmedia – Industry) Kementerian Perindustrian (Kemenperin) menyatakan dukungan penuh terhadap program “Gentengisasi” yang digagas Presiden Prabowo Subianto sebagai bagian dari Gerakan Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, Indah). Program ini tidak hanya ditujukan untuk meningkatkan kualitas hunian masyarakat, tetapi juga memperkuat estetika kawasan permukiman serta mendorong penggunaan material bangunan yang ramah lingkungan dan berkelanjutan.

“Gentengisasi” ini, bagi sektor industri, dipandang sebagai peluang strategis. Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita menilai program tersebut dapat mendorong peningkatan kapasitas produksi, memperluas investasi, serta memperkuat daya saing produk genteng dan keramik nasional melalui standardisasi dan pemanfaatan teknologi industri.

“Program gentengisasi menjadi momentum penting untuk meningkatkan produktivitas dan daya saing industri genteng dan keramik, sekaligus memperkuat struktur industri material bangunan dalam negeri,” ujarnya di Jakarta, Rabu (25/2).

Penguatan industri material bangunan, lanjutnya, harus dibarengi dengan penerapan standar mutu yang konsisten.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Emmy Suryandari, menekankan bahwa program ini tidak semata berorientasi pada peningkatan volume produksi. Aspek kualitas, efisiensi proses, serta keberlanjutan juga menjadi faktor kunci.

Standardisasi dan layanan jasa industri merupakan instrumen penting untuk memastikan produk genteng nasional memiliki mutu terjamin dan mampu bersaing, baik di pasar domestik maupun global. Karena itu, seluruh unit kerja BSKJI didorong memperkuat layanan teknis guna menopang implementasi kebijakan tersebut.

Dukungan teknis juga disiapkan oleh Balai Besar Standardisasi dan Pelayanan Jasa Industri Keramik dan Mineral Nonlogam (BBSPJIKMN). Kepala BBSPJIKMN Azhar Fitri menyampaikan bahwa lembaganya siap menjadi mitra teknis industri dan pemerintah dalam menjembatani kebijakan nasional dengan pelaksanaan di lapangan.

Melalui layanan konsultansi dan optimalisasi teknologi, BBSPJIKMN akan membantu pelaku usaha meningkatkan efisiensi energi dan produktivitas, menerapkan Standar Nasional Indonesia (SNI) untuk produk genteng, serta menyusun studi kelayakan dan perancangan tata letak pabrik guna mendukung ekspansi kapasitas industri. Selain itu, pendampingan pemenuhan regulasi industri, lingkungan, dan keselamatan kerja juga menjadi bagian dari layanan yang disediakan.

Dengan sinergi antara kebijakan pemerintah, pelaku usaha, dan lembaga teknis, Kemenperin optimistis gerakan nasional gentengisasi mampu memberikan dampak ganda. Di satu sisi, kualitas hunian masyarakat meningkat; di sisi lain, struktur industri keramik dan mineral nonlogam nasional semakin kokoh dan berdaya saing.

Kemenperin pun mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk berkolaborasi aktif agar program gentengisasi berjalan dan memberi manfaat optimal bagi masyarakat serta pertumbuhan industri nasional.